PALEMBANG, viralsumsel.com – Sumsel United tampil impresif saat menjamu Persiku Kudus pada lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.
Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (10/10), Laskar Juaro sukses membungkam tim berjuluk Macan Muria dengan skor telak 5-1 sekaligus mencatatkan kemenangan beruntun musim ini.
Meski meraih kemenangan dengan selisih empat gol, pelatih Sumsel United, M Nasuha, mengakui timnya sempat mengalami kesulitan pada babak pertama. Bahkan, ia mengaku sempat diliputi kecemasan setelah Persiku Kudus mampu menyamakan kedudukan dan mengimbangi permainan tuan rumah.
Sumsel United sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Gol cepat Razan Akbar membawa Laskar Juaro unggul lebih dahulu. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Muhammad Isa mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-28.
Gol balasan Persiku membuat pertandingan berjalan semakin ketat. Sumsel United kesulitan mengembangkan permainan sesuai rencana, sementara tim tamu mampu memanfaatkan situasi untuk memberikan tekanan kepada tuan rumah.
M Nasuha menilai penampilan anak asuhnya pada paruh pertama belum sesuai harapan. Karena itu, ia memanfaatkan jeda turun minum untuk memberikan evaluasi sekaligus mengingatkan pemain agar kembali menjalankan strategi yang telah disiapkan.
“Babak pertama memang tidak berjalan baik, setelah unggul, lawan justru mampu mengontrol pertandingan dan berhasil menyamakan kedudukan. Di ruang ganti, kami memang mengingatkan pemain untuk tidak mengikuti gaya bermain lawan dan fokus dengan taktik strategi yang sudah disiapkan,” ujar M Nasuha.
Memasuki babak kedua, Sumsel United melakukan sejumlah pergantian pemain untuk memperbaiki keseimbangan dan meningkatkan daya serang. Dedi Hartono masuk menggantikan Tegar Hening Pangestu, Wahyu Poru menggantikan Frank Sokoy, sedangkan Daffa Trihardi mengisi posisi Aidil Subhi.
Perubahan tersebut memberikan dampak positif terhadap permainan Laskar Juaro. Sumsel United kembali menemukan ritme permainan, mampu mencetak gol tambahan, dan terus menekan pertahanan Persiku Kudus hingga akhirnya memastikan kemenangan besar 5-1.
Nasuha mengapresiasi respons para pemain setelah mendapatkan arahan saat jeda pertandingan. Menurutnya, para pemain mampu menjaga konsentrasi setelah kembali unggul sehingga tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan.
Meski demikian, pelatih Sumsel United itu mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Ia juga menyoroti kondisi cuaca yang kurang mendukung selama pertandingan, termasuk gangguan pernapasan yang dialami penjaga gawang Ramadhan sehingga harus ditarik keluar.
“Kami bersyukur pergantian yang dilakukan mampu mengubah jalannya pertandingan, setelah berhasil unggul kembali, pemain tidak kehilangan fokus dan terus menyerang. Laga ini sendiri cukup berat karena cuaca yang tidak terlalu baik di sini, bahkan tadi penjaga gawang Ramadhan harus ditarik keluar karena mengalami gangguan pernapasan. Jadi hasil ini sangat kami syukuri, namun pemain tidak boleh cepat puas karena secara permainan banyak hal yang mesti kami tingkatkan ke depannya,” tegasnya.
Evaluasi serupa juga disampaikan gelandang Sumsel United, Chrystna Bhagaskara. Pemain bernomor punggung 16 tersebut mengakui pertandingan melawan Persiku tidak berjalan mudah, terutama pada awal laga ketika para pemain merasa terbebani oleh tuntutan meraih kemenangan di kandang sendiri.
Menurut Chrystna, tekanan tersebut membuat sejumlah pemain terburu-buru ketika berusaha mencetak gol. Setelah unggul, tim justru cenderung bermain terlalu berhati-hati sehingga memberikan kesempatan kepada Persiku untuk menyamakan kedudukan.
“Kami tahu laga ini sangat krusial, karena di dua laga kandang sebelumnya Sumsel United belum pernah meraih kemenangan. Karena itu di awal pemain seperti terburu-buru mencetak gol. Ketika sudah unggul lalu malah berhati-hati dan tertekan oleh lawan. Namun kami bersyukur bisa mengamankan kemenangan,” ungkap Chrystna.
Ia menegaskan bahwa kemenangan besar tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pemain agar tidak kembali kehilangan fokus pada pertandingan berikutnya.
Keberhasilan menaklukkan Persiku Kudus dengan skor 5-1 menjadi hasil penting bagi Sumsel United, terutama setelah tim berusaha mendapatkan kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Selain menambah kepercayaan diri, hasil ini juga memperlihatkan kemampuan Laskar Juaro memperbaiki permainan setelah menghadapi tekanan pada babak pertama.
Meski demikian, Nasuha dan para pemain menyadari bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Sumsel United perlu mempertahankan semangat menyerang, memperbaiki koordinasi permainan, serta menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan jika ingin melanjutkan tren positif di Pegadaian Championship 2026/2027. (lib/ion)












