Mahasiswa KKN Universitas Serasan Kelompok 6 adakan Sosialisasi Sanitasi Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga Desa Pinang Belarik

SUMSEL938 Dilihat

ViralSumsel.com, Muara Enim – Mahasiswa Universitas Serasan Angkatan II Kelompok 6 Tahun 2024 Adakan Sosialisasi Sanitasi Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga Desa Pinang Belarik Kecamatan Ujanmas.

Sebelum melaksanakan Program kerja KKN ini Fitrah Rosyid Akbar Ketua Kelompok 6 berkoodinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Lessi Marlian, M.Pd untuk mendapatkan persetujuan dan respon positif dari DPL, terkait program kerja Sosialisasi Sanitasi Pembuangan Air Limbah rumah Tangga desa Pinang Belarik, mahasiswa KKN harus memberikan Ide kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat banyak khususnya di desa Pinang Belarik, karena di musim penghujan ini jika saluran Air Limbah tidak berfungsi dengan baik, akan mengakibatkan banjir dan lingkungan yang tidak sehat, ungkap Ibu Lessi.

Sanitasi dasar adalah upaya dasar dalam meningkatkan kesehatan manusia dengan cara menyediakan lingkungan sehat yang memenuhi syarat kesehatan. Upaya sanitasi dasar pada masyarakat meliputi penyediaan air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah dan saluran pembuangan air limbah.

Sanitasi memiliki banyak pengaruh bagi kesehatan, utamanya sanitasi di lingkungan rumah tangga. Sanitasi merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi peningkatan derajat kesehatan manusia. Pemenuhan fasilitas sanitasi dasar dapat memberikan dampak positif bagi para penggunanya.

Namun, di Indonesia penyediaan sanitasi dasar masih belum sepenuhnya diterapkan oleh masyarakat. Apalagi jika melihat masih adanya masyarakat yang belum memiliki pemikiran akan pentingnya sanitasi dasar bagi hidupnya, sehingga masih tinggi angka kesakitan akibat sanitasi dasar yang buruk dan masih banyak pula masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi dasar yang sesuai dengan syarat dan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, Pasal 31 menyatakan bahwa penyehatan dilakukan terhadap media lingkungan berupa air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan.

Pengaturan kesehatan lingkungan bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial, yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Oleh sebab itu, penyehatan lingkungan perlu diawali dari penyehatan lingkungan yang ada masyarakat terlebih dahulu.

Tujuan utama dari sosialisasi sanitasi air limbah rumah tangga untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu–individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat. Paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan.

Tim pengabdian masyarakat Universitas Serasan Muara Enim Kelompok 6 berupaya melakukan sosialisasi pentingnya sanitasi pembuangan air limbah rumah tangga wilayah desa kuripan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman pentingnya pola kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga.

Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi terjadi implikasi kesadaran pentingnya pola kebiasaan menjaga kebersihan dan menerapkan hidup sehat di lingkungan keluarga oleh warga masyarakat. Selain itu, mengubah pola pikir masyarakat untuk mempersiapkan sanitasi drainase pembuangan air limbah rumah tangga.

Baca Juga :  Pj Bupati Muba Jadi Saksi Pemilihan Miss Hijab Pertama di Sumsel, Diva Nada Fransiska dari SMA N 1 Sekayu Raih Juaranya

Kesadaran masyarakat dalam hal ini menjadi penting, karena kesadaran masyarakat adalah proses yang diawali dari adanya rasa memiliki, yaitu rasa memiliki lingkungan sekitar yang akan memicu rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab ini akan menghasilkan kesadaran warga bahwa tugas untuk menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah saja tapi juga warga. Mengingat tentang kesadaran tersebut, perlu di ketahui juga bahwa bencana seperti banjir, dan meluapnya air dikarenakan ketidakpedulian masyarakat sendiri.

Menurut kondisi lapangan diketahui bahwa desa Pinang Belarik Kecamatan Ujanmas merupakan desa yang berada di sekitar Pinggiran Sungai Lematang dan juga memiliki sistem drainase dan sistem pengelolaan air limbah rumah tangga yang di alirkan ke sungai, namun telah banyak nya tertumpuk pasir dan tanah atau juga dedauanan akibat dari debit air hujan yang lebat membuat aliran Limbah menjadi tidak maksimal.

Kondisi seperti ini perlunya kepedulian dari masyarakat dalam menjaga dan memelihara Aset Desa yaitu Saluran Limbah yang telah di buat oleh pemerintah desa untuk memberikan kenyamanan dan hidup sehat masyarakatnya.

Hidup sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat kesehatan yang sangat penting bagi setiap manusia, mulai dari konsentrasi dalam bekerja dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari tentu memerlukan kesahatan, baik kesehatan pribadi maupun kesehatan anak serta keluarga untuk mencapai keharmonisan keluarga.

Tahap perencanaan dilakukan komunikasi, koordinasi dengan pihak pemerintah desa Pinang Belarik yaitu Kepala Desa Pinang Belarik dalam kegiatan sosialisasi sanitasi air limbah rumah tangga. Sosialisasi informasi kegiatan kepada masyarakat kepada para kepala dusun serta tokoh masyarakat untuk mengikuti kegiatan penyuluhan untuk dapat di lakukan edukasi informasi maupun diterapkan di lingkungan masyarakat dusun.

Persiapan tempat dan sarana kegiatan sosialisasi berpusat di aula kantor desa Pinang belarik Kecamatan Ujanmas. Kegiatan sosialisasi berupa transfer pengetahuan terkait sanitasi drainase air limbah rumah tangga untuk mewujudkan kesadaran warga masyarakat pentingnya kesehatan lingkungan. Materi informasi dan pengetahun yang dipaparkan yaitu kesehatan lingkungan dan sanitasi air limbah.

Masalah kesehatan lingkungan berkaitan dengan masalah yang menyangkut manusia (kependudukan, sikap dan perilaku, pendidikan dan kesempatan kerja), aspek kegiatan manusia (industrialisasi, transmigrasi, urbanisasi, ekslpoitasi sumber daya alam), aspek keadaan alam (iklim, geografi, topografi, flora dan fauna), serta aspek kegiatan alam (gempa bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan lingkungan di daerah pemukiman, antara lain:
a) ketersediaan air bersih
b) system pembuangan sampah dan air limbah
c) sarana pembuangan kotoran
d) ketersediaan fasilitas dan pelayanan umum, serta pencemaran air dan udara.

Baca Juga :  Kolaborasi Tanggap Darurat: Api Lahap 1 Unit Rumah Warga, Tim Gabungan Sigap Padamkan Kebakaran di Mangun Jaya

Tujuan menjaga dan memelihara drainase air limbah rumah tangga, antara lain;
1) Meningkatkan kesehatan lingkungan permukiman.
2) Pengendalian kelebihan air permukaan dapat dilakukan secara aman, lancar dan efisien serta sejauh mungkin dapat mendukung kelestarian lingkungan.
3) Mengurangi/ menghilangkan genangan-genangan air yang memicu perkembangan nyamuk malaria dan penyakit lain, seperti demam berdarah, disentri serta penyakit lain yang disebabkan kurang sehatnya lingkungan permukiman.
4) Memperpanjang umur ekonomis sarana-sarana fisik antara yaitu jalan, kawasan permukiman, kawasan perdagangan dari kerusakan serta gangguan kegiatan akibat tidak berfungsinya sarana drainase.
5) Menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
6) Melindungi Alam dan lingkungan seperti tanah, kualitas udara dan kualitas air.
7) Menghidari bahaya kerusakan materil dan kerugian yang disebabkan banjir.
8) Memperbaiki kualitas lingkungan.
9) Konservasi sumber daya air.

Setelah sesi pemaparan materi dan proses tanya jawab dan diskusi. Terciptanya pola kebiasaan hidup sehat dilingkungan keluarga menjadi tanggungjawab bersama warga rumah untuk menjaga kesehatan diri.

Harapan penyuluhan ini yaitu adanya implikasi karakter kesadaran pola kebiasaan hidup sehat menjaga kesehatan lingkungan dengan memperhatihan sanitasi drainase air limbah rumah tangga dan lingkungan masyarakat.

Tahap evaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilakukan dengan kegiatan diskusi dengan pemerintah desa terkait pelaksanaan kegiatan sosialisasi. sosialisasi sanitasi drainase pembuangan air limbah rumah tangga untuk mewujudkan kesehatan lingkungan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi diikuti sebanyak ± 39 peserta yaitu;
1) Kepala Desa Pinang Belarik.
2) Kepala Dusun
3) Perangkat Desa.
4) Staf desa
5) Tokoh masyarakat.
6) dan Beberapa Warga Desa Pinang belarik

Para peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dengan memperhatikan pemaparan informasi pengetahuan oleh narasumber kegiatan terkait kesehatan lingkungan dan sanitasi drainase pembuangan air limbah rumah tangga.

Kemudian dilakukan evaluasi dengan perangkat desa setelah kegiatan berakhir dengan cara diskusi. Berdasarkan rangkaian kegiatan sosialisasi tidak didapatkan kendala terkait pelaksanaan kegiatan.

Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan sosialisasi sanitasi air limbah rumah tangga, Bapak Fahrudin selaku Kepala desa Pinang belarik menyampaikan kepada peserta dan juga mahsiswa KKN Universitas Serasan, selanjutnya kita segera bersama-sama melaksanakan Gotong Royong untuk membersikan Saluran Limbah Air Rumah tangga yang tertutup oleh tanah, pasir dan dedaunan akibat debit air hujan yang lebat yang mengalirkan tanah pasir dan juga sampah daun ke saluran drainase desa, agar terwujudnya lingkungan hidup sehat di masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat lebih luas cakupan maupun kebermanfaatannya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, pungkasnya Fahrudin.

Penulis Artikel : Fitrah Rosyid Akbar,21110015 (Mahasiswa KKN Universitas Serasan angkatan II Ketua Kelompok 6 tahun 2024, prodi Teknik Sipil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *