MILAN – viralsumsel.com | Musim 2024/2025 Serie A Italia resmi berakhir, dan satu nama mencuri perhatian dengan torehan luar biasa di lini depan—Mateo Retegui.
Penyerang andalan Atalanta itu resmi dinobatkan sebagai Capocannoniere alias top skor kompetisi tertinggi Italia, setelah mengoleksi 25 gol sepanjang musim.
Pemain berdarah Argentina-Italia tersebut tampil konsisten dan menjadi tulang punggung Atalanta dalam setiap laga.
Dari total 25 golnya, 12 di antaranya merupakan gol pembuka atau “first goal” yang memberikan keunggulan awal bagi timnya. Ia juga mengonversi empat gol dari titik penalti, menandakan efisiensi tinggi dalam situasi krusial.
Retegui tak hanya tajam, tetapi juga memberikan dimensi baru dalam serangan Atalanta. Kombinasi kekuatan fisik, penyelesaian akhir yang klinis, dan kemampuan membaca ruang membuatnya menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan lawan.
Pesaing Ketat di Daftar Top Skor Serie A
Di posisi kedua, Moise Kean dari Fiorentina tampil impresif dengan mengoleksi 18 gol. Striker jebolan akademi Juventus itu perlahan menjelma menjadi predator kotak penalti.
Kean juga menorehkan 10 gol pembuka, menunjukkan betapa krusialnya kehadiran dia dalam menentukan arah permainan sejak awal laga.
Ademola Lookman, rekan setim Retegui di Atalanta, juga tak bisa diabaikan. Ia mencatatkan 15 gol dan menjadi senjata pendukung yang sangat vital bagi skema Gian Piero Gasperini.
Jumlah ini sama dengan yang dicetak Riccardo Orsolini dari Bologna, yang juga mencatat tiga penalti dan sembilan gol pembuka, menjadikannya salah satu winger paling produktif musim ini.
Romelu Lukaku yang memperkuat Napoli kembali menunjukkan ketajamannya dengan 14 gol, disusul Marcus Thuram dari Inter Milan dengan jumlah yang sama.
Sementara itu, nama-nama seperti Artem Dovbyk (Roma), Lorenzo Lucca (Udinese), dan Lautaro Martínez (Inter Milan) masing-masing mengoleksi 12 gol.
Satu hal menarik adalah masuknya nama gelandang bertahan Scott McTominay dari Napoli ke dalam daftar dengan 12 gol—mencerminkan peran modern gelandang yang kini tak hanya bertahan tapi juga aktif mencetak gol.
Begitu pula Christian Pulišić yang menambah daya dobrak AC Milan dari sektor sayap dengan 11 gol.
Pemain Muda dan Nama Tak Terduga Menyita Perhatian
Beberapa nama muda dan tidak terlalu diunggulkan juga mencuri perhatian. Lorenzo Lucca dari Udinese, misalnya, tampil stabil dan mencetak 10 dari 12 golnya sebagai gol pembuka, menandakan insting mencetak gol yang sangat tajam.
Andrea Pinamonti dari Genoa dan Roberto Piccoli dari Cagliari masing-masing mencetak 10 gol, menunjukkan bahwa striker lokal Italia juga masih punya tempat di panggung tertinggi Serie A.
Retegui, Masa Depan Penyerang Italia?
Performa cemerlang Mateo Retegui di musim ini membuka perdebatan mengenai masa depan lini serang tim nasional Italia.
Dengan minimnya striker lokal yang tampil dominan dalam beberapa tahun terakhir, Retegui yang memilih membela Azzurri bisa menjadi jawaban bagi pelatih Luciano Spalletti.
Penampilan impresifnya bersama Atalanta membuktikan bahwa ia bukan sekadar sensasi sesaat. Jika mampu mempertahankan konsistensi, Retegui diprediksi akan menjadi salah satu ikon baru Serie A di musim-musim mendatang. (bbs)