Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

JAKARTA, viralsumsel.com — Masa pensiun mungkin masih terasa panjang bagi masyarakat yang saat ini berada di usia produktif. Di tengah kesibukan membangun karier dan memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, persiapan finansial untuk masa setelah tidak lagi bekerja sering kali belum menjadi prioritas.

Padahal, semakin dini persiapan dilakukan, semakin panjang pula waktu yang tersedia untuk membangun aset dan menyiapkan dana pensiun.

Salah satu instrumen yang kerap dipertimbangkan untuk tujuan keuangan jangka panjang adalah emas. Logam mulia ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu aset yang dapat digunakan untuk menyimpan nilai.

Lantas, apakah emas bisa dijadikan bekal untuk menghadapi masa pensiun?

Jawabannya, bisa, tetapi emas sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu bagian dari perencanaan keuangan, bukan menjadi satu-satunya sumber dana pensiun.

Harga emas tetap dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Selain itu, emas tidak memberikan imbal hasil tetap seperti instrumen tertentu yang memiliki pembayaran atau tingkat pengembalian yang telah ditentukan.

Emas Bisa Menjadi Bagian dari Strategi Pensiun

Emas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu aset dalam strategi investasi jangka panjang. Namun, sebelum memulainya, calon investor perlu menentukan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, kemampuan menyisihkan dana serta tingkat risiko yang mampu ditanggung.

Seseorang yang masih memiliki waktu 15 hingga 20 tahun sebelum memasuki masa pensiun, misalnya, memiliki kesempatan untuk membangun kepemilikan emas secara bertahap.

Pembelian tidak harus dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. Menyisihkan dana secara rutin sesuai kemampuan dapat menjadi salah satu cara untuk membangun aset dalam jangka panjang.

Meski demikian, diversifikasi tetap penting. Dana pensiun idealnya tidak hanya bergantung pada satu jenis aset karena setiap instrumen memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.

Dengan membagi aset ke beberapa instrumen sesuai profil risiko dan tujuan keuangan, seseorang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pergerakan harga satu aset saja.

Investasi Emas untuk Pemula Tidak Harus Dimulai Besar

Bagi masyarakat yang baru ingin mengenal investasi emas, langkah awal tidak harus dilakukan dengan nominal besar.

Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah menentukan jumlah dana yang bisa disisihkan secara rutin setiap bulan. Misalnya, seseorang mengalokasikan Rp100.000 setiap bulan untuk membeli emas.

Baca Juga :  ISSEI 2025: Panggung Strategis Industri Baja Nasional untuk Masa Depan yang Lebih Hijau dan Kompetitif

Jika dilakukan secara konsisten selama satu tahun, dana yang dialokasikan secara nominal mencapai Rp1,2 juta. Perhitungan tersebut belum memperhitungkan perubahan harga emas selama periode pembelian.

Besaran alokasi juga dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan. Ketika pendapatan meningkat, alokasi investasi dapat ditinjau kembali. Sebaliknya, ketika kondisi keuangan berubah, jumlahnya dapat disesuaikan.

Hal yang tidak kalah penting, dana investasi sebaiknya bukan berasal dari uang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun dana darurat.

Kebutuhan sehari-hari, kewajiban finansial dan dana darurat tetap perlu diprioritaskan sebelum mengalokasikan dana untuk investasi.

Lima Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menjadikan emas sebagai salah satu bekal pensiun, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

1. Tentukan target dana pensiun

Langkah pertama adalah memperkirakan kebutuhan ketika memasuki masa pensiun. Perhitungan dapat mencakup kebutuhan tempat tinggal, biaya kesehatan, kebutuhan sehari-hari serta pengeluaran lain yang berpotensi muncul.

Dengan memiliki gambaran target, seseorang dapat menentukan berapa besar dana yang perlu disiapkan sejak masa produktif.

2. Jangan menempatkan seluruh dana pada emas

Emas dapat menjadi bagian dari portofolio aset, tetapi bukan berarti seluruh dana harus dialihkan ke emas.

Diversifikasi penting untuk menghindari ketergantungan terhadap satu instrumen investasi. Pilihan aset sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu dan profil risiko masing-masing.

3. Pahami bahwa harga emas dapat berubah

Investasi emas bukan berarti bebas risiko. Harga emas dapat mengalami kenaikan ataupun penurunan.

Kenaikan harga yang terjadi pada masa lalu tidak dapat dijadikan jaminan bahwa harga akan terus meningkat pada masa mendatang. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren harga sebelumnya.

4. Perhitungkan selisih harga beli dan jual

Investor juga perlu memahami adanya perbedaan antara harga ketika membeli dan harga yang diterima ketika menjual emas.

Selisih tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan ketika menentukan strategi dan target investasi dalam jangka panjang.

5. Lakukan evaluasi secara berkala

Perencanaan pensiun bukan sesuatu yang bersifat tetap. Perubahan penghasilan, kebutuhan keluarga, usia serta kondisi ekonomi dapat memengaruhi strategi keuangan.

Karena itu, aset dan rencana investasi sebaiknya dievaluasi secara berkala agar tetap sejalan dengan target yang ingin dicapai.

Baca Juga :  Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot Pertama, Peluang Besar bagi Indonesia

Neo Emas, Pilihan Investasi Emas Secara Digital

Bagi masyarakat yang ingin memulai investasi emas secara bertahap, perkembangan layanan digital kini memberikan alternatif untuk melakukan transaksi emas tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung.

Salah satunya adalah Neo Emas yang tersedia melalui aplikasi neobank dari PT Bank Neo Commerce Tbk.

Melalui layanan tersebut, pengguna dapat melakukan pembelian dan penjualan emas secara digital melalui mitra Lakuemas dan Treasury di aplikasi neobank, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pembelian emas melalui layanan tersebut dapat dimulai dari nominal Rp10.000. Kepemilikan emas tercatat dalam bentuk saldo secara digital sesuai mekanisme layanan yang berlaku.

Model tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun kepemilikan emas secara bertahap tanpa perlu menyimpan emas fisik sendiri di rumah.

Meski demikian, kemudahan transaksi digital tidak menghilangkan risiko investasi. Harga emas tetap dapat mengalami perubahan sehingga nilai investasi tidak dijamin selalu meningkat.

Emas Bisa Jadi Bekal Pensiun, tetapi Bukan Satu-satunya Andalan

Pada akhirnya, emas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari strategi mempersiapkan dana pensiun.

Kuncinya bukan sekadar membeli emas, melainkan membangun perencanaan keuangan secara konsisten dan menyesuaikannya dengan kemampuan. Semakin panjang waktu yang tersedia, semakin terbuka kesempatan untuk membangun aset secara bertahap.

Bagi pemula, memulai dengan nominal kecil dan dilakukan secara berkala dapat menjadi salah satu cara membangun kebiasaan investasi. Namun, kebutuhan utama dan dana darurat tetap harus menjadi prioritas.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa investasi emas memiliki risiko. Harga dapat naik maupun turun dan tidak ada jaminan keuntungan.

Sebelum melakukan transaksi, calon investor perlu membaca informasi produk, memahami mekanisme transaksi serta mencermati seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku.

Layanan investasi emas pada aplikasi neobank juga mengikuti ketentuan yang berlaku. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Neo Emas, masyarakat dapat mengakses informasi melalui kanal resmi Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk menyatakan bahwa perusahaan berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *