LAMONGAN, viralsumsel.com – Persela Lamongan gagal melanjutkan tren kemenangan sekaligus menjaga catatan nirbobol atau clean sheet pada pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027. Menjamu Deltras FC di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10), Laskar Joko Tingkir harus puas bermain imbang 1-1.
Hasil ini terasa mengecewakan bagi Persela karena mereka memiliki keuntungan jumlah pemain sejak babak pertama. Deltras FC harus bermain dengan 10 pemain setelah I Komang Ananta menerima kartu merah pada menit ke-37.
Meski unggul jumlah pemain selama sebagian besar pertandingan, Persela tidak mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Gol Jacinto Cabral melalui titik penalti pada babak kedua sempat membuka peluang tuan rumah untuk mengamankan tiga poin. Namun, Deltras FC menunjukkan daya juang dengan mencetak gol penyeimbang menjelang akhir pertandingan.
Kegagalan meraih kemenangan membuat Persela kehilangan kesempatan untuk menggeser Deltras FC dari puncak klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2026/2027. Persela tetap berada di peringkat kedua setelah mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan yang telah dijalani.
Deltras FC Bermain dengan 10 Pemain
Pertandingan di Stadion Surajaya berlangsung dengan tekanan besar bagi Persela yang berambisi mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Tiga poin menjadi target penting bagi tuan rumah untuk memperbaiki posisi sekaligus mengambil alih posisi teratas klasemen Grup B.
Namun, pertandingan tidak berjalan mudah bagi Laskar Joko Tingkir. Deltras FC mampu memberikan perlawanan dan berusaha menjaga keseimbangan permainan meskipun harus menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Situasi pertandingan berubah pada menit ke-37 ketika I Komang Ananta diganjar kartu merah. Keputusan tersebut memaksa Deltras FC melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Persela pun memiliki keunggulan jumlah pemain hingga pertandingan berakhir. Kondisi ini semestinya dapat dimanfaatkan tuan rumah untuk meningkatkan tekanan dan mencari celah di pertahanan Deltras FC.
Akan tetapi, keunggulan tersebut belum langsung menghasilkan gol. Kedua tim menuntaskan babak pertama tanpa gol, sehingga Persela harus mencari cara untuk memecah kebuntuan setelah turun minum.
Jacinto Cabral Bawa Persela Unggul
Persela akhirnya memperoleh peluang untuk memimpin pada babak kedua. Pada menit ke-54, tuan rumah mendapatkan hadiah penalti yang kemudian dieksekusi Jacinto Cabral.
Pemain tersebut menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Persela unggul 1-0. Gol itu sempat meningkatkan harapan tuan rumah untuk mengamankan kemenangan sekaligus merebut puncak klasemen sementara dari Deltras FC.
Dengan keunggulan skor dan jumlah pemain, Persela berada dalam posisi yang menguntungkan. Tuan rumah berupaya menjaga keunggulan sembari mengendalikan jalannya pertandingan hingga memasuki menit-menit akhir.
Namun, Deltras FC tidak menyerah meski harus bermain dengan 10 pemain. Tim tamu terus berusaha mencari kesempatan untuk menyamakan kedudukan dan menggagalkan ambisi Persela meraih tiga poin.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-88. Achmad Dwi Firmansyah berhasil mencetak gol penyeimbang yang mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Persela yang sebelumnya sudah berada di atas angin. Tuan rumah tidak mampu kembali unggul hingga pertandingan berakhir, sehingga kedua tim harus berbagi satu poin.
Bima Sakti Minta Maaf kepada Suporter
Hasil imbang ini membuat Persela gagal memanfaatkan kesempatan untuk mengambil alih posisi puncak klasemen Grup B. Padahal, mereka memiliki keunggulan jumlah pemain selama lebih dari satu babak dan sempat memimpin melalui gol penalti Jacinto Cabral.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menyampaikan permohonan maaf karena timnya belum berhasil merebut posisi teratas dari Deltras FC. Meski demikian, ia menilai para pemain telah berusaha keras sepanjang pertandingan.
Bima Sakti juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, perjalanan kompetisi masih panjang dan Persela harus segera melakukan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Tapi saya sampaikan ke pemain, ini bukan akhir dari segalanya. Kompetisi masih panjang, harus bangkit di pertandingan selanjutnya,” beber Bima Sakti.
Pernyataan tersebut menjadi pesan bagi para pemain agar segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya. Persela masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hasil dan menjaga persaingan di papan atas Grup B.
Hasil melawan Deltras FC sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Laskar Joko Tingkir, terutama dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mempertahankan keunggulan skor. Kegagalan menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan menunjukkan bahwa Persela perlu meningkatkan konsentrasi sepanjang laga.
Meski kehilangan kesempatan meraih puncak klasemen, Persela masih berada di jalur persaingan setelah mengumpulkan empat kemenangan dan satu hasil imbang dari lima pertandingan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan kemampuan bangkit agar target bersaing di papan atas Pegadaian Championship 2026/2027 tetap terjaga. (lib/ion)












