LAMONGAN, viralsumsel.com – Persela Lamongan menaruh perhatian serius pada sektor penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi Championship 2026/27. Laskar Joko Tingkir kini memiliki empat kiper dalam komposisi skuad, dengan tiga di antaranya merupakan rekrutan anyar pada musim ini.
Kiper yang tetap menjadi bagian dari skuad Persela adalah Rafli Mahreza. Penjaga gawang tersebut mendapatkan perpanjangan kontrak setelah menunjukkan performa yang dinilai cukup baik sepanjang musim sebelumnya.
Sementara itu, manajemen Persela kemudian menambah tiga nama baru untuk memperkuat kedalaman posisi penjaga gawang. Ketiganya adalah Eko Saputro, Aryandy Widiansyah, dan Leonel Yasa Sasmita.
Ketiga kiper anyar tersebut telah diperkenalkan oleh manajemen Persela dan diproyeksikan menjadi pelapis Rafli sekaligus memberikan persaingan sehat di bawah mistar gawang.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menjelaskan komposisi empat penjaga gawang tersebut memang sudah menjadi bagian dari rencana tim untuk menghadapi musim kompetisi mendatang.
“Seperti musim lalu, kami memiliki empat kiper. Satu menjadi kiper utama, sedangkan tiga lainnya disiapkan sebagai pelapis,” ujar Bima Sakti.
Leonel Masuk Regulasi U-21
Dari tiga kiper anyar yang didatangkan Persela, terdapat satu pemain yang memiliki status sesuai dengan regulasi Championship, yakni Leonel Yasa Sasmita.
Leonel masih berada dalam kelompok usia di bawah 21 tahun sehingga keberadaannya sekaligus memberikan opsi bagi Persela dalam memenuhi regulasi kompetisi.
Meski demikian, Bima Sakti tidak ingin menentukan pemain yang akan tampil hanya berdasarkan status atau usia. Menurutnya, keputusan mengenai siapa yang dipercaya menjaga gawang akan diserahkan kepada pelatih kiper berdasarkan hasil evaluasi selama latihan.
“Nanti saya serahkan kepada pelatih kiper untuk menentukan siapa yang paling layak dimainkan dalam pertandingan,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persaingan di posisi penjaga gawang Persela terbuka. Setiap pemain memiliki kesempatan untuk mendapatkan menit bermain selama mampu menunjukkan performa terbaik dalam sesi latihan maupun pertandingan.
Rafli Mahreza Tetap Harus Jaga Performa
Sebagai penjaga gawang yang mendapatkan perpanjangan kontrak, Rafli Mahreza masih diproyeksikan sebagai pilihan utama Persela.
Namun, status tersebut bukan berarti posisinya benar-benar aman sepanjang musim. Bima Sakti menekankan Rafli tetap harus mempertahankan kualitas dan konsistensinya karena tiga kiper lainnya akan terus memberikan persaingan.
Pelatih yang pernah menangani Timnas Indonesia U-16 tersebut membuka peluang terjadinya rotasi apabila para kiper pelapis mampu menunjukkan performa lebih baik selama menjalani latihan.
Dengan demikian, persaingan di posisi penjaga gawang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas skuad secara keseluruhan.
Bima ingin seluruh kiper Persela tidak sekadar memiliki kemampuan melakukan penyelamatan. Dalam skema permainan yang dibangunnya, penjaga gawang juga dituntut mampu terlibat dalam proses membangun serangan dari lini belakang.
Kiper Dituntut Bisa Bangun Serangan
Menurut Bima Sakti, karakter kiper modern tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menangkap maupun menepis bola. Penjaga gawang juga harus memiliki kemampuan memainkan bola menggunakan kaki dan membantu tim membangun serangan.
Karena itu, kemampuan build up menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam menentukan pilihan pemain di bawah mistar.
“Saya juga membutuhkan kiper yang bagus dalam build up. Jadi bukan hanya mampu menangkap bola. Saya membutuhkan goal player, bukan sekadar goal keeper,” tegas Bima.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran mengenai kriteria penjaga gawang yang diinginkan Bima Sakti di Persela Lamongan.
Dengan empat penjaga gawang yang memiliki kesempatan bersaing, Persela berharap sektor tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan Laskar Joko Tingkir sepanjang Championship 2026/27.
Rafli memiliki pengalaman sebagai pilihan utama, sementara Eko Saputro, Aryandy Widiansyah, dan Leonel Yasa Sasmita akan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk merebut kepercayaan tim pelatih.
Persaingan sehat di antara keempatnya pun diproyeksikan menjadi modal Persela untuk mendapatkan penjaga gawang terbaik yang tidak hanya tangguh mengamankan gawang, tetapi juga mampu mendukung permainan dari lini belakang. (bbs/ion)






