LAMONGAN, viralsumsel.com – Persela Lamongan bersiap menghadapi ujian berat dalam lanjutan pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/26.
Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu bertolak ke Papua untuk menantang Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (11/4). Laga ini diprediksi menjadi salah satu duel krusial dalam perebutan tiket promosi ke Super League musim depan.
Datang dengan modal dua kemenangan beruntun, Persela membawa kepercayaan diri tinggi. Anak asuh Bima Sakti sebelumnya sukses menaklukkan Deltras FC dengan skor 2-1 dan mengandaskan Persiba Balikpapan 2-0. Hasil tersebut menjadi sinyal positif kebangkitan performa tim setelah sempat mengalami inkonsistensi di awal fase kompetisi.
Bima Sakti menegaskan bahwa kondisi mental para pemain tengah berada dalam tren positif. Ia menilai momentum kemenangan harus terus dijaga agar tim tetap kompetitif dalam persaingan ketat papan atas.
Menurutnya, laga tandang ke Jayapura tidak boleh disia-siakan. Selain menjadi ajang pembuktian konsistensi, pertandingan ini juga sangat menentukan posisi klasemen sementara. Ia menekankan pentingnya fokus dan disiplin sepanjang pertandingan, terutama saat menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Dalam lawatan kali ini, Persela membawa 18 pemain yang dinilai siap secara fisik dan mental. Namun, komposisi skuad tidak sepenuhnya ideal. Beberapa pemain harus absen akibat cedera, termasuk gelandang muda Adam Maulana yang mengalami masalah pada lutut. Selain itu, pemain bernama Novel juga tidak dibawa setelah mengalami benturan dalam sesi sebelumnya.
Meski kehilangan sejumlah pemain, Bima Sakti memastikan bahwa timnya tetap memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk mengimbangi permainan lawan. Ia menegaskan bahwa setiap pemain yang dibawa memiliki tanggung jawab besar untuk tampil maksimal.
Di sisi lain, Persipura Jayapura bukan lawan sembarangan. Tim besutan Rahmad Darmawan saat ini berada di posisi runner-up Grup 2 dan tengah dalam performa stabil. Ambisi besar untuk promosi ke kasta tertinggi membuat Persipura dipastikan tampil ngotot di hadapan publik sendiri.
Kehadiran pemain senior seperti Boaz Solossa menjadi ancaman serius bagi lini belakang Persela. Pengalaman dan insting gol Boaz kerap menjadi pembeda dalam laga-laga penting.
Selain kekuatan lawan, Persela juga harus menghadapi tantangan non-teknis seperti perjalanan jauh dan adaptasi kondisi lapangan di Jayapura. Faktor ini kerap menjadi kendala bagi tim tamu yang bertanding di Papua.
Meski demikian, Persela tetap menatap laga ini dengan optimisme tinggi. Dengan strategi yang matang dan semangat kolektif tim, Laskar Joko Tingkir bertekad mencuri poin demi menjaga asa promosi. (bbs)







