Persipura Jayapura Kalah 1-3 dari RANS Nusantara FC, Regi Aditya Ungkap Penyebabnya

SIDOARJO, viralsumsel.com – Persipura Jayapura gagal melanjutkan tren positif setelah menelan kekalahan 1-3 dari RANS Nusantara FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.

Bermain di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (10/10), Mutiara Hitam harus mengakui keunggulan lawan setelah kehilangan konsentrasi dan kebobolan tiga gol pada pertandingan tersebut.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persipura untuk segera memperbaiki performa, terutama dalam menjaga fokus ketika menghadapi tekanan lawan. Padahal, tim asal Papua itu sebelumnya berhasil meraih kemenangan atas De Red FC pada pekan keempat dan berharap dapat mempertahankan momentum positif tersebut.

Persipura sudah tertinggal sejak menit ke-25 setelah RANS Nusantara FC berhasil membuka keunggulan. Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan karena membuat para pemain Mutiara Hitam kehilangan ketenangan dalam mengembangkan permainan.

Pelatih Persipura Jayapura, Regi Aditya, menilai gol pertama RANS memberikan pengaruh besar terhadap mentalitas anak asuhnya. Setelah kebobolan, para pemain dinilai terlalu terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan sehingga konsentrasi dan organisasi permainan tidak berjalan optimal.

Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan RANS Nusantara FC untuk menambah keunggulan. Dirk Lukas Auri dan Jan Martin Hoel Andersen menjadi pemain yang berkontribusi dalam terciptanya tiga gol RANS, dengan Andersen mencetak dua gol atau brace.

Hingga menit ke-63, Persipura sudah tertinggal tiga gol. Kondisi tersebut membuat perjuangan Mutiara Hitam semakin berat karena mereka harus mengejar selisih gol sekaligus berusaha mengembalikan kepercayaan diri di tengah pertandingan.

Baca Juga :  Debut di Kendal Tornado FC, Yushi Yamaya Terpukau Atmosfer Sepak Bola Indonesia

Regi mengakui bahwa kesalahan kecil dapat memberikan konsekuensi besar dalam sepak bola. Menurutnya, setelah gol pertama tercipta, para pemain justru kehilangan fokus dan berusaha menyamakan kedudukan dengan tergesa-gesa.

“Gol pertama jadi trigger, yang membuat pemain kehilangan fokus, tergesa-gesa, ingin menyamakan kedudukan. Saya pikir ini normal dalam sepak bola, kesalahan kecil dapat menghukum kami,” ungkap Regi.

Pelatih tersebut menilai keinginan pemain untuk segera membalas gol lawan sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, dorongan untuk mengejar ketertinggalan harus diimbangi dengan ketenangan dan kedisiplinan agar tim tidak kembali memberikan ruang kepada lawan.

Dalam kondisi tertinggal, Gunansar Mandowen dan rekan-rekannya berusaha membangun serangan untuk memperkecil selisih gol. Akan tetapi, sejumlah peluang yang didapatkan belum mampu dimaksimalkan dengan baik.

Persipura terlihat kesulitan menemukan penyelesaian akhir yang efektif ketika mencoba menembus pertahanan RANS. Tekanan untuk segera mencetak gol membuat beberapa peluang terbuang, sementara lawan mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 3-1.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Persipura yang sebelumnya mulai mendapatkan kepercayaan diri setelah mengalahkan De Red FC. Kekalahan dari RANS menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi tantangan bagi tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Baca Juga :  Persipura Jayapura Perkenalkan Skuat Musim 2026/27, 35 Pemain Siap Berjuang di Championship

Dari lima pertandingan yang telah dijalani, Persipura baru mencatatkan satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Catatan tersebut membuat mereka mengumpulkan empat poin pada awal kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Perolehan poin Persipura saat ini setara dengan De Red FC dan Persis Solo. De Red FC dan Persis Solo dijadwalkan saling berhadapan pada Minggu (11/10), sehingga hasil pertandingan tersebut berpotensi memengaruhi persaingan posisi di klasemen.

Bagi Persipura, evaluasi perlu segera dilakukan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang. Menjaga konsentrasi setelah kebobolan, memperbaiki ketenangan dalam membangun serangan, serta meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Dengan perjalanan kompetisi yang masih panjang, Persipura masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi dan kembali bersaing. Namun, Mutiara Hitam harus segera bangkit dan menunjukkan konsistensi permainan jika ingin mengembalikan kepercayaan para pendukungnya.

Kekalahan dari RANS Nusantara FC pun menjadi pengingat bahwa kualitas permainan saja tidak cukup tanpa fokus dan kedisiplinan selama 90 menit. Persipura kini dituntut menjadikan hasil buruk tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Pegadaian Championship 2026/2027. (lib/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *