VIRALSUMSEL.COM – Tim Nasional Prancis memiliki misi ganda saat menghadapi Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026 di Miami Stadium.
Selain memburu medali perunggu, Les Bleus juga ingin menghadiahkan kemenangan spesial untuk Didier Deschamps yang akan mengakhiri pengabdiannya sebagai pelatih kepala tim nasional.
Pertandingan melawan Inggris menjadi laga terakhir Deschamps setelah hampir 14 tahun memimpin Prancis. Sejak menjalani debut sebagai pelatih Les Bleus pada 15 Agustus 2012 di Le Havre, pria berusia 57 tahun itu telah menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis.
Dalam rentang waktu lebih dari 5.000 hari, Deschamps membawa Prancis meraih berbagai pencapaian bergengsi, termasuk menjuarai Piala Dunia 2018, menjadi finalis Piala Dunia 2022, serta mempertahankan status Les Bleus sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Bek Prancis Ibrahima Konate mengungkapkan rasa hormat dan apresiasinya kepada sang pelatih yang telah memberikan begitu banyak kenangan bagi masyarakat Prancis.
Menurut pemain yang kini memperkuat Real Madrid tersebut, Deschamps tidak hanya menghadirkan prestasi, tetapi juga membangun identitas dan mentalitas tim yang kuat selama bertahun-tahun.
“Beliau telah memberikan begitu banyak kebahagiaan bagi masyarakat Prancis. Tentu ada momen sulit dan kekecewaan, tetapi pencapaian serta kegembiraan yang telah diberikan jauh lebih besar,” ujar Konate.
Meski gagal mencapai final setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2 pada semifinal, semangat skuad Prancis belum padam. Para pemain bertekad menutup perjalanan mereka di turnamen dengan hasil positif sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada pelatih yang telah menjadi bagian penting dalam karier mereka.
Deschamps sendiri menegaskan bahwa pertandingan perebutan tempat ketiga tetap memiliki arti besar. Ia menilai setiap laga bersama tim nasional harus dijalani dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
“Kami memang tidak berada di pertandingan yang kami impikan, tetapi masih ada tugas yang harus diselesaikan. Mengenakan seragam Prancis berarti memberikan yang terbaik untuk negara dan para pendukung,” ungkap Deschamps.
Laga menghadapi Inggris dipastikan tidak akan berjalan mudah. The Three Lions juga datang dengan motivasi tinggi setelah gagal melangkah ke final akibat kekalahan tipis 1-2 dari Argentina pada babak semifinal.
Konate yang berpengalaman bermain di Liga Inggris menilai Inggris merupakan lawan yang sangat tangguh dan memiliki kualitas merata di semua lini.
“Mereka adalah tim yang kuat dengan sejarah besar dalam sepak bola. Kami menghormati mereka, tetapi kami juga siap memberikan segalanya demi meraih kemenangan,” katanya.
Jika mampu mengalahkan Inggris, Prancis akan menorehkan pencapaian finis di tiga besar Piala Dunia untuk ketujuh kalinya dalam sejarah. Lebih dari itu, kemenangan akan menjadi hadiah perpisahan sempurna bagi Deschamps.
Meski enggan menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian, Deschamps mengakui laga di Miami akan menjadi momen emosional dalam perjalanan panjangnya bersama Les Bleus.
“Besok menjadi penutup perjalanan ini. Saya tentu akan merindukan tim nasional. Menjadi bagian dari Prancis selama bertahun-tahun adalah pengalaman paling indah dalam hidup profesional saya,” tutur Deschamps.
Kini, seluruh fokus Prancis tertuju pada satu pertandingan terakhir. Sebuah laga yang bukan hanya menentukan perebutan medali perunggu, tetapi juga menjadi penghormatan terakhir untuk sosok yang telah menulis salah satu babak paling gemilang dalam sejarah sepak bola Prancis. (bbs)











