Program Desa Emas Dorong Hilirisasi Mangga Indramayu: Dari Buah Segar ke Produk Bernilai Tinggi

Indramayu, viralsumsel.com – Kabupaten Indramayu selama ini dikenal luas sebagai “Kota Mangga”. Berbagai varietas mangga unggulan tumbuh subur di daerah ini, mulai dari Mangga Cengkir, Gedong Gincu, hingga Harum Manis yang aromanya khas.

Produksi mangga di Indramayu bahkan bisa mencapai 60 ton per hari pada musim panen. Namun, melimpahnya hasil panen ini kerap berbanding terbalik dengan kesejahteraan petani.

Harga jual mangga sering kali anjlok ketika pasokan membanjiri pasar, membuat keuntungan yang diterima petani jauh dari harapan.

Melihat persoalan ini, Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama Yayasan Indonesia Setara menggagas sebuah program yang diberi nama Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera).

Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta mengadopsi konsep One Village One Product (OVOP), yakni pendekatan pembangunan ekonomi lokal yang berfokus pada satu produk unggulan khas daerah untuk dikembangkan lebih bernilai dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Hilirisasi Produk Mangga Melalui Pelatihan Inovasi

Sebagai implementasi nyata, pada 17–18 September 2025 dilaksanakan pelatihan hilirisasi produk mangga yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM, para petani dan pelaku usaha diajak untuk mempelajari berbagai teknologi pascapanen dan diversifikasi produk berbasis mangga.

Baca Juga :  MIND ID Tegaskan Komitmen Integrasi Grup, Pastikan Kinerja Berkelanjutan

Beberapa topik utama yang dipraktikkan dalam pelatihan ini antara lain:

  • Teknologi coating untuk memperpanjang masa simpan buah segar,

  • Dehydrated fruit atau mangga kering,

  • Fruit leather (lembaran mangga kering seperti permen),

  • Permen jelly mangga, hingga

  • Selai mangga yang tahan lama dan memiliki potensi pasar luas.

Sebanyak 59 peserta dari lima kelompok tani hadir dalam pelatihan ini. Mereka tampak antusias mencoba resep-resep olahan mangga yang dinilai unik dan belum banyak ditemui di pasar lokal.

Para petani mengaku pengalaman ini membuka wawasan baru mengenai bagaimana mangga tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi yang berpotensi dipasarkan hingga ke luar negeri.

Dukungan Pemerintah dan Harapan Besar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam arahannya menegaskan pentingnya riset dan inovasi dalam mendukung hilirisasi. Ia menekankan bahwa teknologi yang dihasilkan melalui riset harus mampu memberikan solusi praktis dan terintegrasi agar mudah diimplementasikan oleh kelompok usaha kecil maupun petani.

“Kalau hasil riset bisa langsung diterapkan, ini akan melahirkan kelompok usaha yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga penciptaan lapangan kerja baru yang signifikan. Inilah yang nantinya akan memperkuat perekonomian daerah sekaligus menopang perekonomian nasional,” ujarnya.

Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Desa

Program Desa Emas tidak hanya dimaksudkan untuk memberi pelatihan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kemandirian di tingkat lokal. Dengan adanya inovasi hilirisasi, petani diharapkan tidak lagi bergantung semata pada harga pasar buah segar yang fluktuatif, tetapi dapat menambah nilai ekonomi melalui produk turunan.

Selain itu, diversifikasi produk juga memperluas akses pasar. Produk seperti selai, jelly, atau mangga kering dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam, termasuk pasar ekspor yang menuntut standar kualitas tinggi.

Dengan dukungan teknologi tepat guna, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, sekaligus daya saing produk olahan mangga dari Indramayu. Pada akhirnya, hal ini akan memperkuat posisi Indramayu sebagai sentra mangga nasional yang tidak hanya terkenal karena produksinya yang melimpah, tetapi juga karena inovasi produknya yang mampu menembus pasar global. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *