SOLO, viralsumsel.com – PSBS Biak menghadapi pekerjaan rumah serius pada sektor pertahanan setelah menjalani dua pertandingan awal Pegadaian Championship 2026/27. Tim berjuluk Badai Pasifik itu sudah kebobolan 12 gol dan belum mampu mencetak gol dalam dua laga yang telah dimainkan.
Terbaru, PSBS Biak kembali menelan kekalahan telak 0-7 ketika menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Minggu (20/9/2026) malam. Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua secara beruntun bagi PSBS pada awal kompetisi musim ini.
Henri Doumbia menjadi pemain paling menonjol dalam kemenangan Persis Solo. Penyerang tersebut mencetak empat gol masing-masing pada menit ke-11, 38, 57 dan 90+2.
Tiga gol Persis lainnya disumbangkan Theodore Leeming pada menit ke-12 serta Oliver Leeming yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-62 dan 72.
Kekalahan tersebut membuat persoalan di lini belakang PSBS semakin terlihat. Sebelumnya, tim asal Papua tersebut juga harus mengakui keunggulan Deltras FC dengan skor 0-5 ketika bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (13/9/2026).
Dengan demikian, PSBS telah kemasukan 12 gol hanya dalam dua pertandingan. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di Grup B Pegadaian Championship 2026/27.
Situasi semakin berat karena PSBS juga belum mampu mencetak gol. Artinya, selain membenahi organisasi pertahanan, tim pelatih harus segera menemukan solusi agar lini depan bisa memberikan kontribusi dalam pertandingan berikutnya.
Pelatih PSBS Biak, Miskardi Hamin, mengakui hasil dari dua pertandingan awal menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya. Menurut dia, para pemain harus mengambil pengalaman dari kekalahan tersebut untuk berkembang pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Miskardi menilai para pemain sebenarnya sudah berupaya menjalankan instruksi yang diberikan. Namun, situasi PSBS yang masih mengandalkan banyak pemain muda membuat tim menghadapi tantangan tersendiri.
PSBS diketahui masih terkena sanksi terkait penambahan pemain baru. Kondisi tersebut membuat ruang gerak tim dalam membangun komposisi skuad menjadi terbatas sehingga harus memaksimalkan pemain muda yang tersedia.
Saat menghadapi Persis, Miskardi mencoba memperkuat pertahanan dengan menempatkan sejumlah pemain untuk mengantisipasi serangan lawan. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan setelah Persis mencetak gol dari situasi bola mati dan penalti pada fase awal pertandingan.
Gol-gol cepat itu dinilai memengaruhi permainan PSBS. Kesalahan individu yang dilakukan pemain muda kemudian turut berdampak terhadap kondisi mental tim sehingga sulit mengembangkan permainan untuk mengejar ketertinggalan.
Meski demikian, Miskardi menegaskan bahwa para pemain tetap menunjukkan usaha hingga pertandingan berakhir. Kekalahan telak tersebut kini menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi laga selanjutnya.
Tantangan berikutnya sudah menanti PSBS Biak. Mereka dijadwalkan menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (27/9/2026).
Miskardi menyadari timnya harus segera melakukan pembenahan. Terlebih, persiapan PSBS sebelum kompetisi disebut cukup singkat dibandingkan tim-tim lain di Grup B.
Pelatih yang musim lalu menangani Pekanbaru FC di Liga Nusantara itu menyebut PSBS baru menjalani persiapan sekitar dua pekan. Karena itu, ia berencana memperkuat pola permainan bertahan sekaligus mengembangkan skema serangan balik sebagai salah satu solusi menghadapi pertandingan berikutnya.
Laga kontra Persela pun menjadi momentum bagi PSBS untuk memperbaiki catatan buruk di dua pertandingan awal. Pembenahan lini belakang dan peningkatan efektivitas serangan menjadi dua pekerjaan utama yang harus segera diselesaikan Badai Pasifik jika ingin bangkit di Pegadaian Championship 2026/27. (lib/ion)






