MEDAN, VIRALSUMSEL.COM – Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan anak asuhnya dalam mengantisipasi serangan balik.
Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan penting setelah PSMS menelan kekalahan dari PSPS Pekanbaru akibat gol cepat yang tercipta melalui skema serangan balik.
Gol Hamzah Depan pada menit kedelapan menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Serangan cepat PSPS berhasil mengeksploitasi kelengahan lini pertahanan PSMS Medan hingga membuat penjaga gawang M. Natshir Fadhil Mahbuby harus memungut bola dari gawangnya sendiri.
Kegagalan mengantisipasi serangan tersebut menjadi catatan serius bagi Eko. Ia menilai timnya perlu melakukan pembenahan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi dalam pertandingan berikutnya.
Pelatih asal Semarang itu mengakui bahwa kelengahan di lini pertahanan membuat PSMS harus menerima konsekuensi berupa gol lawan. Ia pun memastikan aspek tersebut akan menjadi bahan evaluasi tim.
“Kami lengah, kami kalah di serangan balik hingga jadi gol. Ke depannya, akan kami perbaiki,” kata Eko Purdjianto.
Evaluasi terhadap transisi bertahan menjadi penting bagi PSMS, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu memanfaatkan ruang kosong dengan cepat. Tim perlu menjaga keseimbangan permainan agar upaya menyerang tidak membuat pertahanan mudah ditembus saat kehilangan penguasaan bola.
PSMS Turun ke Posisi Ketiga Klasemen
Kekalahan dari PSPS Pekanbaru tidak hanya menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pelatih, tetapi juga berdampak terhadap posisi PSMS Medan di klasemen sementara.
Sebelumnya berada di puncak klasemen, PSMS kini turun ke peringkat ketiga dengan koleksi 10 poin. Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas semakin ketat, terutama setelah PSPS Pekanbaru berhasil mengambil alih posisi teratas.
PSPS kini mengumpulkan 12 poin dan menempati peringkat pertama. Jumlah poin tersebut sama dengan milik Persikad Depok yang berada di posisi kedua.
Situasi ini membuat PSMS harus segera melakukan pembenahan apabila ingin kembali bersaing di papan atas. Perolehan poin yang berjarak dua angka dari dua tim teratas masih membuka peluang bagi Ayam Kinantan untuk memperbaiki posisi, meski hasil pertandingan selanjutnya akan menjadi faktor penting.
Antisipasi Serangan Balik Jadi Fokus Pembenahan
Gol cepat PSPS menjadi pengingat bagi PSMS bahwa konsentrasi dan organisasi pertahanan harus terjaga sepanjang pertandingan. Serangan balik dapat menjadi ancaman ketika sebuah tim kehilangan bola dan belum siap menutup ruang yang ditinggalkan pemain saat menyerang.
Karena itu, pembenahan yang dilakukan Eko Purdjianto diharapkan tidak hanya menyasar pemain belakang, tetapi juga koordinasi antarlini ketika tim beralih dari menyerang ke bertahan.
Kemampuan menekan lawan, menjaga jarak antarpemain, serta menutup jalur umpan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi transisi cepat lawan. Dengan organisasi permainan yang lebih baik, PSMS diharapkan mampu mengurangi risiko kebobolan dari situasi serupa.
Bagi PSMS Medan, hasil melawan PSPS Pekanbaru menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut perlu segera bangkit agar kehilangan poin tidak semakin memengaruhi persaingan mereka di klasemen.
Sementara itu, keberhasilan PSPS mengamankan tiga poin menjadi modal penting dalam persaingan di papan atas. Dengan koleksi 12 poin, PSPS kini berada di posisi pertama, bersaing ketat dengan Persikad Depok yang memiliki jumlah poin sama.
Persaingan masih terbuka, tetapi PSMS perlu menunjukkan respons positif terhadap kekalahan tersebut. Pembenahan pertahanan, khususnya dalam mengantisipasi serangan balik, menjadi salah satu kunci agar mereka dapat kembali meraih hasil maksimal. (lib/ion)






