PALEMBANG, viralsumsel.com – Tim Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U20 menunjukkan tajinya dalam sesi uji coba melawan Sriwijaya FC yang digelar di Venue Panahan Jakabaring, Palembang.
Dalam dua pertandingan beruntun, Elang Andalas Muda tampil menggila dan membenamkan ambisi para pemain trial Sriwijaya FC dengan skor mencolok: 2-0 dan 5-1.
Sesi uji coba ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ajang ini menjadi penentu nasib para pemain trial Sriwijaya FC yang berharap dapat bergabung ke skuad utama Sriwijaya FC, khususnya untuk memperkuat tim menghadapi kompetisi Pegadaian Liga 2 2025/26.
Namun harapan mereka kandas. Dengan performa luar biasa, anak-anak muda binaan EPA Sriwijaya FC justru tampil dominan dan mengakhiri mimpi pemain trial yang tampil mengecewakan.
Rendy Juliansyah dkk Tak Berkutik
Menariknya, beberapa nama besar seperti Rendy Juliansyah, Sutan Zico, Ibnu Yazid, dan Fariz Fadillah juga turut dimainkan dalam skuad uji coba. Namun kehadiran mereka pun tak mampu membendung keganasan tim EPA U20.
“Memang sejak awal kami instruksikan kepada tim EPA agar tampil maksimal dalam game ini. Kami ingin melihat sejauh mana kualitas para pemain trial dibandingkan anak-anak binaan kita,” ujar Muhammad David, Asisten Direktur Kompetisi III PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) yang juga menjabat Kepala Pembinaan EPA Sriwijaya FC, Senin (30/6/2025).
6-7 Pemain Trial Dicoret, SFC Akan Cari di Jawa
Dari hasil evaluasi, Muhammad David mengonfirmasi bahwa sebanyak 6 hingga 7 pemain dari total 12 yang mengikuti trial akan dicoret. Penampilan mereka dianggap belum memenuhi ekspektasi tim pelatih dan manajemen.
“Sejujurnya kami kecewa. Tadinya, jika ada yang menonjol, akan kami bawa ke Jakarta untuk mengikuti training center bersama tim senior. Tapi setelah melihat performa hari ini, keputusan kami bulat untuk tidak melanjutkan mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, tim pelatih dan manajemen kini akan mengalihkan fokus pencarian pemain trial ke wilayah Jawa. Rencananya, selama pemusatan latihan (TC) di pulau Jawa pada Juli mendatang, Sriwijaya FC akan kembali membuka peluang trial bagi pemain muda yang dianggap potensial.
Kompetisi Internal yang Ketat di Sriwijaya FC
Hasil pertandingan ini menegaskan bahwa pembinaan pemain muda di bawah struktur EPA Sriwijaya FC sudah berada di jalur yang tepat. Para pemain muda tak hanya disiplin secara teknik, tetapi juga mental bertanding mereka teruji.
Menurut David, filosofi pembinaan di EPA tidak hanya menitikberatkan pada fisik dan taktik, tapi juga mental kompetitif dan loyalitas terhadap tim.
“Anak-anak EPA kami tunjukkan bahwa mereka siap bersaing. Mereka main bukan hanya untuk menang, tapi menunjukkan bahwa mereka layak naik kelas,” lanjut David yang musim lalu juga menjadi asisten manajer tim senior Sriwijaya FC.
Langkah Strategis Menuju Liga 2 2025/26
Dengan hasil ini, manajemen Sriwijaya FC diyakini semakin mantap dalam menyusun kerangka tim, baik untuk EPA U20 maupun skuad senior. Evaluasi dan pemangkasan pemain yang tidak memenuhi standar dilakukan secara objektif demi membentuk tim yang solid dan kompetitif.
Meski menyakitkan bagi para pemain trial, keputusan ini menjadi bagian dari seleksi alam di dunia sepak bola profesional. Sriwijaya FC menegaskan bahwa hanya pemain terbaik dan paling siap yang akan dipertahankan. (bbs)