MUBA, VIRALSUMSEL.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Kali ini, titik kebakaran berada di sekitar Jalan Golkar, Dusun 2, Desa Petaling, Kecamatan Lais, Selasa (1/9/2026) malam.
Lokasi kebakaran yang berada tidak jauh dari permukiman warga membuat penanganan harus dilakukan dengan cepat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan, terlebih saat kondisi lahan relatif mudah terbakar.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muba langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Laporan kebakaran disampaikan Kepala Desa Petaling, Ifiat, kepada petugas sekitar pukul 19.53 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Damkar Muba segera mengerahkan satu unit armada menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman terhadap titik api. Penanganan tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dikendalikan. Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar area terbakar untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Damkar Pastikan Api Tak Menjalar ke Permukiman
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muba, dr Sharlie Esa Kenedy, MARS, mengatakan petugas melakukan pemadaman sekaligus pemeriksaan menyeluruh di lokasi.
Menurutnya, penyisiran penting dilakukan karena posisi kebakaran berdekatan dengan kawasan tempat tinggal masyarakat. Setelah proses pemadaman selesai, petugas memastikan kondisi di sekitar lokasi sudah aman sebelum meninggalkan area.
“Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik yang masih berpotensi menyala kembali. Setelah kondisi dinyatakan aman, tim kemudian kembali ke pos,” jelasnya.
Dalam penanganan karhutla tersebut, Damkar Muba mengerahkan satu unit mobil pemadam dengan tiga personel. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari anggota Polsek Lais yang turut membantu proses penanganan di lapangan.
Sinergi antarpihak menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran, terutama karena lokasi titik api berada di sekitar kawasan permukiman.
Setelah api berhasil dikendalikan dan area dinyatakan aman, petugas meninggalkan lokasi. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.
Bupati Muba Tekankan Respons Cepat
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet, SH, memberikan perhatian terhadap penanganan karhutla tersebut. Ia menilai kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Terlebih, titik kebakaran berada di dekat permukiman warga. Jika penanganan terlambat, api berpotensi menjalar dan mengancam keselamatan masyarakat maupun bangunan di sekitarnya.
Bupati mengapresiasi langkah cepat Damkar Muba bersama unsur terkait yang segera turun ke lapangan setelah menerima laporan.
Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kebakaran. Karena itu, laporan masyarakat mengenai kemunculan titik api harus segera ditindaklanjuti.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Ketika ada laporan kebakaran, terutama yang lokasinya berdekatan dengan permukiman, respons harus dilakukan secepat mungkin agar api tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Bupati Muba juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya selama musim kemarau.
Kondisi cuaca dan lahan yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, pencegahan menjadi langkah penting yang harus dilakukan bersama, tidak hanya mengandalkan petugas pemadam ketika kebakaran sudah terjadi.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api di sekitar lingkungannya. Informasi yang diterima lebih awal dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Laporan masyarakat sejak dini juga sangat membantu agar setiap potensi kebakaran bisa segera ditangani dan dampaknya dapat ditekan,” pungkasnya.
Penanganan karhutla di Desa Petaling menjadi salah satu contoh pentingnya respons cepat ketika titik api muncul di dekat permukiman. Berkat gerak cepat petugas Damkar Muba bersama unsur kepolisian, kebakaran berhasil dikendalikan dan tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Pemantauan terhadap lokasi juga dilakukan melalui proses penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala. (bbs/ion)






