Ridwan Saragih Kecewa, Persikad Depok Lepas Kemenangan di Depan Mata

Bogor, viralsumsel.com Pelatih Persikad Depok, Ridwan Saragih, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah tim asuhannya gagal meraih kemenangan pada laga pekan kedua Pegadaian Championship 2025/26. Bermain di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin sore, Persikad harus puas berbagi angka dengan Sriwijaya FC setelah laga berakhir imbang 3-3.

Padahal, tim berjuluk Serigala Margonda sempat unggul dua gol lebih dulu. Dukungan suporter setia yang memadati stadion pun sempat membuat suasana laga seakan akan berakhir manis bagi Persikad.

Namun, kelengahan di menit-menit krusial membuat mereka kehilangan fokus, sehingga Laskar Wong Kito mampu mengejar ketertinggalan dan memaksakan skor imbang hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil Pahit untuk Persikad

Dalam konferensi pers usai laga, Ridwan Saragih tidak menutupi kekecewaannya. Menurutnya, hasil ini terasa begitu menyakitkan karena tiga poin yang sudah di depan mata harus sirna akibat kurangnya konsentrasi.

Mungkin pertandingan sore ini saya sangat kecewa, artinya target saya meraih poin penuh tidak berhasil. Tapi itulah sepak bola, saya harus siap dengan konsekuensinya, baik menang, kalah, maupun seri,” ujar Ridwan dengan wajah serius.

Baca Juga :  Playoff Degradasi Liga 2 : Preview Sriwijaya FC vs Persikota, Misi Revans Laskar Wong Kito!

Meski demikian, Ridwan tetap mencoba mengambil sisi positif. Ia menilai timnya sudah menunjukkan semangat juang tinggi, hanya saja konsistensi harus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang di laga berikutnya.

Fokus dan Motivasi Jadi Kunci

Sang pelatih menekankan pentingnya menjaga mental dan motivasi sepanjang 90 menit. Baginya, pertandingan melawan Sriwijaya FC menjadi pelajaran berharga bagaimana keunggulan tidak akan berarti tanpa konsentrasi penuh.

“Harapan saya ke depannya pemain saya lebih punya motivasi yang tinggi, lebih fokus, lebih konsentrasi. Jangan karena kita sudah unggul dua gol lalu lengah, akhirnya kita kecolongan,” tegasnya.

Menurut Ridwan, anak-anak Depok harus belajar untuk lebih disiplin menjaga organisasi permainan, terutama ketika lawan meningkatkan intensitas serangan. Kelengahan di lini pertahanan terbukti membuat tim harus kehilangan poin berharga di kandang sendiri.

Posisi di Klasemen Masih Berat

Hasil imbang ini membuat Persikad Depok baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal. Mereka kini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Championship. Posisi ini jelas belum ideal bagi tim yang menargetkan bisa bersaing di papan tengah.

Baca Juga :  AFF U-19 Women's Championship 2023 Bakal Digelar di Palembang

Situasi kian menantang karena pada pekan ketiga Persikad akan menghadapi jadwal yang tak kalah berat. Ridwan menyadari bahwa timnya harus segera berbenah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Pelajaran Berharga

Meski kecewa, Ridwan menilai hasil kontra Sriwijaya FC bisa menjadi titik balik untuk membangun mental yang lebih kuat. Ia berharap para pemain bisa belajar dari kesalahan dan menjadikannya sebagai pemicu semangat pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Setiap pertandingan adalah proses belajar. Kami tidak boleh larut dalam kekecewaan. Yang penting adalah bagaimana memperbaiki diri dan tampil lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Dengan sisa kompetisi yang masih panjang, Persikad Depok masih memiliki peluang untuk bangkit. Namun, disiplin, konsentrasi, dan mental bertanding harus segera diperbaiki jika mereka ingin keluar dari tekanan di papan bawah. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *