VIRALSUMSEL.COM, PALEMBANG – Amaliah Sobli S.KG, M.B.A Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) tegas menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
Hal tersebut disampaikan senator muda kelahiran Kabupaten Ogan Ilir tersebut saat gelar Sosialisasi Empat Pilar di Ruang Serba Guna, Gedung DPD RI Perwakilan Sumsel, Jakabaring, Palembang, Rabu (17/6 /2020) siang.
“Saya sendiri sudah pasti tegas menolak RUU HIP. Tidak hanya saya, tapi tiga anggota DPD utusan Sumsel lain juga sama. Bahkan lebih dari 80 anggota DPD RI di MPR RI juga menolak RUU HIP tersebut,” kata Lia ,sapaan akrab Amaliah Sobli, mengomentari pertanyaan mahasiswa.
Menurutnya Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah cukup sakral. Apalagi pembahasan RUU tersebut dilakukan di tengah pandemi Covid-19. “Untuk apa kita bahas RUU HIP, ini urusan Covid-19 saja belum selasai,” terang dia.
Senator berparas cantik ini mengaku tidak ingin ada pelemahan Pancasila. Karena Pancasila dibuat oleh para pendiri bangsa dengan banyak pertimbangan. Di samping itu dia keberatan karena tidak masuknya TAP MPRS sebagai landasan. “Selain itu, kita tak ingin ada pemerasan Pancasila menjadi trisila maupun ekasila,” terang dia.
Sebelumnya diberitakan, RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang merupakan RUU usulan DPR menuai polemik. PP Muhammadiyah bahkan meminta DPR RI menghentikan pembahasan RUU HIP.
PDIP sebagai fraksi pengusul pun angkat bicara soal RUU HIP yang kini ramai dibahas. PDIP menyatakan setuju ekasila dihapus dan paham komunisme dilarang di RUU HIP.
“Dengan demikian terhadap materi muatan yang terdapat di dalam Pasal 7 RUU HIP terkait ciri pokok Pancasila sebagai trisila yang kristalisasinya dalam ekasila, PDI Perjuangan setuju untuk dihapus. Demikian halnya penambahan ketentuan menimbang guna menegaskan larangan terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme serta bentuk khilafahisme, juga setuju untuk ditambahkan,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020) kemarin. (ion)