Sentuhan Feby Deru di Desa Burai, Dorong Tenun dan UMKM Naik Kelas

OGAN ILIR, viralsumsel.com – Komitmen dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa kembali ditunjukkan Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Sumatera Selatan, Feby Deru.

Dalam kunjungannya ke Desa Burai, Kamis (23/4/2026), Feby memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas produk kerajinan dan UMKM lokal.

Kehadiran Feby Deru disambut antusias oleh para pengrajin dan pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi penggerak ekonomi desa. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momentum evaluasi sekaligus pembinaan langsung terhadap produk unggulan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Feby mengungkapkan rasa harunya dapat kembali mengunjungi Desa Burai yang pernah ia datangi beberapa tahun lalu. Ia mengapresiasi perkembangan yang telah dicapai para pengrajin, khususnya dalam menghasilkan karya-karya kreatif bernilai ekonomi.

Berbagai produk unggulan turut ditinjau, mulai dari kain tenun khas, anyaman purun, hingga olahan makanan dari kelompok UP2K. Feby menilai produk-produk tersebut memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas, asalkan didukung dengan peningkatan kualitas dan inovasi.

Baca Juga :  Diikuti Ribuan Tentara dari 13 Negara, Herman Deru Hadiri Latgabma Super Garuda Shield 2022

Saat meninjau hasil tenun, ia memberikan catatan penting terkait kerapian dan detail finishing. Menurutnya, kualitas visual produk menjadi faktor utama dalam menarik minat pasar modern.

“Produk sudah bagus, tinggal ditingkatkan dari sisi detail dan penyelesaian akhir. Hal kecil seperti ini justru menentukan nilai jual saat dipasarkan di toko atau galeri besar,” ujarnya.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada produk makanan olahan. Feby menekankan pentingnya standar kebersihan serta kemasan yang informatif dan menarik. Ia mengingatkan agar setiap produk mencantumkan tanggal kedaluwarsa guna meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Kemasan adalah wajah produk. Harus bersih, rapi, dan informatif. Selain itu, proses produksi juga harus higienis karena kualitas produk berawal dari dapur yang sehat,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga di Palembang Kompak Dirikan Posyandu Swadaya 

Dalam upaya mendorong inovasi, Feby juga mengajak para pengrajin untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk berbahan dasar purun. Ia bahkan mengusulkan pembuatan tanjak berbahan purun sebagai produk khas yang memiliki nilai budaya tinggi sekaligus daya tarik pasar.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari para pengrajin yang melihat peluang baru dalam pengembangan produk lokal.

Kunjungan ini semakin istimewa dengan kehadiran rombongan dari Nasima School Semarang yang turut menyaksikan langsung potensi ekonomi kreatif Desa Burai.

Feby Deru menegaskan, kemajuan UMKM tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan dari perbaikan kecil yang konsisten. Ia berharap produk-produk unggulan desa tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga simbol kebanggaan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *