PALEMBANG, viralsumsel.com – Kondisi Sriwijaya FC yang kian memprihatinkan di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 membuat para pendukung setia klub tak lagi tinggal diam.
Suporter fanatik Sriwijaya FC, Singa Mania, menggelar rapat akbar sebagai bentuk kepedulian dan dorongan moral demi menyelamatkan Laskar Wong Kito dari jurang degradasi.
Dalam rapat tersebut, Singa Mania merumuskan sejumlah poin penting yang mereka nilai sangat mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh manajemen Sriwijaya FC.
Tuntutan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi serta seruan agar klub segera berbenah sebelum kondisi makin memburuk.
Dari diskusi internal yang berlangsung cukup panas namun tetap kondusif itu, Singa Mania menegaskan delapan poin utama sebagai sikap resmi suporter.
Pertama, mereka meminta manajemen Sriwijaya FC melakukan pembenahan secara nyata dan sungguh-sungguh. Menurut mereka, perbaikan internal harus dilakukan segera agar kondisi klub tidak semakin terpuruk.
Kedua, Singa Mania menuntut manajemen mengelola klub secara profesional, menjaga stabilitas internal, dan memastikan hubungan antara pengurus serta pemain tetap kondusif. Mereka menilai kekacauan non-teknis menjadi salah satu faktor yang memperburuk performa tim di lapangan.
Ketiga, para suporter mendesak agar seluruh jajaran manajemen bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, tanpa saling tumpang tindih kewenangan.
Keempat, Singa Mania meminta tiga laga kandang berikutnya wajib dimaksimalkan dengan kemenangan sebagai langkah darurat agar Sriwijaya FC bisa keluar dari zona merah.
Kelima, mereka mengajak semua elemen — manajemen, pemain, suporter — bersatu menyelamatkan Sriwijaya FC dari ancaman degradasi.
Poin keenam menyoroti hak para pemain. Suporter meminta manajemen memastikan kesejahteraan serta fasilitas pemain terpenuhi, agar performa tim tetap terjaga.
Ketujuh, Singa Mania mendesak manajemen aktif bergerak di bursa transfer paruh musim untuk memperkuat tim, baik dari sisi teknis maupun kedalaman skuad.
Terakhir, mereka menegaskan bahwa apabila manajemen tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut, maka lebih baik mundur dari jabatan, dan Sriwijaya Mania siap berkontribusi mengambil peran demi masa depan klub.
Seruan keras namun penuh kepedulian ini menjadi bukti bahwa loyalitas pendukung Sriwijaya FC tidak pernah padam. Harapannya, rapat akbar ini dapat membuka mata manajemen agar segera melakukan langkah konkret demi menyelamatkan marwah Laskar Wong Kito. (bbs)












