Sinta Nuriyah Wahid Bersama Maruf Amin dan JK Terima ISNU Award 2025

viralsumsel.com, JAKARTA- Penghargaan diberikan kepada tiga tokoh nasional di acara ISNU Award. Mereka adalah dua mantan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan Jusuf Kalla, serta Istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah.

Penghargaan itu diberikan dalam ISNU Award yang menjadi rangkaian acara pelantikan dan Mukernas ISNU di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

PP ISNU memberikan penghargaan kepada ketiga tokoh tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh tersebut dalam memperjuangkan nilai-nilai pluralisme, kebangsaan, keislaman, dan kemanusiaan, yang sejalan dengan semangat keilmuan dan perjuangan Nahdlatul Ulama.

PP ISNU memberikan penghargaan kepada Sinta Nuriyah sebagai Ibu Bangsa dan Penjaga Nalar Kebhinekaan Indonesia. Alasannya, Sinta merupakan perempuan yang lahir dari rahim pesantren dan sepanjang hidupnya memperjuangkan kesetaraan, kemanusiaan, serta pluralisme.

“Ibu Sinta membuka ruang dialog lintas iman, menyuarakan keadilan untuk perempuan, dan menunjukkan bahwa Islam bisa bersanding dengan cinta kasih dan akal sehat,” bunyi alasan pemilihan Sinta yang diutarakan oleh PP ISNU.

Baca Juga :  Herman Deru Rangkul Ikatan Keluarga Banyuasin Majukan Pembangunan Daerah

Sinta tak menyangka mendapatkan penghargaan tersebut. Meski demikian, ia berterima kasih dan mempersembahkan penghargaan ini untuk seluruh ibu-ibu di Indonesia.

“Penghargaan ini sebenarnya untuk ibu-ibu di Indonesia, ibu-ibu yang telah banyak melahirkan tokoh nasional di negeri ini,” ucap Sinta.

Penghargaan kedua ditujukan kepada Muhammad Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019, disebut sebagai bapak Rekonsiliasi dan Penjaga Tenun Sosial Nusantara.

Jusuf Kalla kerap berkontribusi dalam rekonsiliasi di tengah perbedaan etnis, agama, dan kepentingan.

“Beliau adalah pemimpin yang tak pernah ragu untuk turun langsung ketika bangsa menghadapi ketegangan. Dari Ambon, Poso, Aceh, hingga konflik sosial lainnya, beliau hadir sebagai juru damai, yang menjembatani yang retak, merajut yang koyak, dan menyatukan yang tercerai,” kata PP ISNU.

Jusuf Kalla menyebut tak ada negara yang maju tanpa kedamaian di daerahnya. Pria asal Makassar mengutip sebuah hadits jika mendamaikan yang berselisih merupakan ibadah tertinggi dari puasa.

Baca Juga :  Herman Deru Sebut Ajang Motor Trail Daviena Racing Jadi Wadah Positif Bagi Generasi Muda

“Jadi, sebagai warga Indonesia, tentu kami senang melihat Indonesia damai,” tegasnya.

ISNU Award juga diberikan kepada K.H. Ma’ruf Amin. Wapres RI periode 2019-2024 mendapatkan penghargaan Bapak Wasathiyah Indonesia dan Islam Moderat Dunia.

Sosok Ma’ruf Amin dianggap menjadi jembatan antara kitab kuning dengan konstitusi, fatwa dengan kebijakan negara, serta nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dengan diplomasi dunia.

“Sebagai arsitek utama moderasi beragama di Indonesia, Prof. Ma’ruf Amin telah mengangkat wajah Islam Indonesia ke forum internasional sebagai model Islam yang ramah, toleran, dan bersahabat dengan demokrasi,” bunyi keterangan PP ISNU.

Ma’ruf Amin menyebut penghargaan ini untuk masyarakat Indonesia. Pasalnya, ia dan masyarakat saling ketergantungan.

“Penghargaan ini bukan untuk saya, tetapi untuk orang banyak, masyarakat Indonesia. Ibarat saya ini baut, sekrupnya ya masyarakat semua,” kata Ma’ruf Amin. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *