PALEMBANG, viralsumsel.com – Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skills (PSS) kembali menorehkan prestasi di ajang sepak bola usia dini.
Kali ini, giliran tim U-11 yang berhasil membawa pulang gelar juara ketiga pada turnamen Warior Sumatera Selatan (Sumsel) Cup 2026.
Prestasi tersebut menambah catatan positif SSB PSS dalam mengikuti berbagai kompetisi kelompok usia. Sebelumnya, tim U-13 PSS juga berhasil meraih posisi keempat pada Satria Muda Cup 2026.
Pada laga perebutan tempat ketiga Warior Sumsel Cup 2026, SSB PSS U-11 yang diasuh Deni Saputra atau akrab disapa Dom berhasil mengalahkan Persetajam dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal yang memastikan kemenangan PSS dicetak oleh bomber mereka, Zio. Gol tersebut sekaligus menjadi penentu SSB PSS U-11 mengamankan posisi ketiga dalam turnamen tersebut.
Menariknya, skuad PSS U-11 yang tampil pada Warior Sumsel Cup 2026 cukup banyak diisi pemain baru. Beberapa di antaranya yakni Gumay, Malik, Revaldo, Fajar, Raza, Rey dan Farel.
Para pemain baru tersebut kemudian dikombinasikan dengan sejumlah pemain yang sebelumnya sudah menjadi bagian dari skuad senior U-11 PSS. Komposisi tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan tim sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain muda.
Di posisi penjaga gawang, PSS mengandalkan Ozi dan Keanu. Sementara sektor pertahanan ditempati Zidan Fatoni dan Raka. Nizar menjadi salah satu pemain di lini tengah, sedangkan Zio dipercaya menjadi ujung tombak di lini depan.
Pelatih SSB PSS U-11, Deni Saputra alias Dom, mengaku bersyukur sekaligus bangga dengan pencapaian anak asuhnya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi modal penting bagi para pemain, terutama karena sebagian besar skuad masih membutuhkan pengalaman bertanding.
“Anak-anak banyak yang masih baru. Mereka masih membutuhkan banyak jam terbang dan pengalaman. Alhamdulillah, mereka sudah berhasil meraih hasil terbaik,” kata pelatih berlisensi D Nasional tersebut.
Meski berhasil mengamankan podium ketiga, Dom menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Ia terutama menyoroti aspek fisik serta chemistry atau kerja sama antarpemain.
“Fisik anak-anak sudah cukup bagus, tetapi masih harus ditingkatkan lagi. Kerja sama tim juga harus lebih bagus lagi,” ujarnya.
Menurut Dom, pengalaman bertanding dalam turnamen seperti Warior Sumsel Cup menjadi bagian penting dari proses perkembangan pemain. Dengan komposisi yang diisi pemain baru dan pemain yang lebih berpengalaman, PSS U-11 diharapkan semakin matang menghadapi kompetisi berikutnya.
Ke depan, SSB PSS U-11 diproyeksikan mengikuti Liga Top Skor (LTS) Sumsel U-12 2027. Selain itu, tim juga disiapkan untuk mengikuti sejumlah ajang sepak bola usia dini lainnya.
Beberapa kompetisi yang menjadi agenda PSS antara lain Garuda Anak Indonesia (GAI), Liga Anak Indonesia (LAI), Grassroot, Piala Menpora dan berbagai turnamen lainnya.
Bagi SSB PSS, rangkaian kompetisi tersebut bukan hanya menjadi arena mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda agar mendapatkan pengalaman dan jam terbang yang cukup sejak usia dini. (ken)






