YOGYAKARTA, viralsumsel.com — Garudayaksa FC resmi menuntaskan agenda pemusatan latihan atau training camp (TC) di Solo dan Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).
Program persiapan yang dimulai sejak 13 Agustus tersebut menjadi bagian penting bagi tim untuk membangun kesiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/27.
Selama hampir dua pekan, jajaran pelatih memanfaatkan TC untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus melihat sejauh mana kesiapan para pemain dalam menjalankan skema yang telah disiapkan. Sejumlah pertandingan uji coba juga digelar sebagai sarana evaluasi sebelum tim memasuki kompetisi resmi.
Garudayaksa FC tercatat menghadapi sejumlah lawan dalam rangkaian uji coba tersebut. Persis Solo U20, Persipura Jayapura, Borneo FC Samarinda, hingga PSIM Yogyakarta menjadi lawan yang dihadapi skuad Garudayaksa selama berada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pertandingan-pertandingan tersebut memberikan gambaran kepada tim pelatih mengenai perkembangan pemain, baik dari aspek fisik maupun pemahaman taktik. Selain itu, laga uji coba menjadi kesempatan untuk menguji komposisi pemain serta mencari formula terbaik yang akan digunakan saat kompetisi bergulir.
Pelatih kepala Garudayaksa FC, Milos Joksic, menilai program TC berjalan sesuai dengan harapan. Pelatih asal Serbia itu melihat adanya perkembangan positif dalam sejumlah aspek permainan yang menjadi fokus utama selama pemusatan latihan.
Menurut Milos, proses membangun serangan dari lini belakang atau build-up mulai menunjukkan peningkatan. Tidak hanya itu, permainan dalam situasi bola mati, transisi, serta organisasi pertahanan juga dinilai semakin solid.
“Kami melihat perkembangan yang cukup besar selama pemusatan latihan, terutama dalam membangun serangan. Situasi bola mati, transisi permainan dan cara tim bertahan juga semakin baik,” kata Milos.
Meski mengapresiasi perkembangan skuad, Milos tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang masih harus diperbaiki. Salah satu pekerjaan rumah terbesar yang menjadi perhatiannya adalah efektivitas permainan di sektor penyerangan.
Menurutnya, tim masih membutuhkan peningkatan dalam penyelesaian akhir maupun proses menciptakan peluang. Evaluasi terhadap sektor tersebut akan menjadi salah satu fokus utama Garudayaksa FC menjelang pertandingan resmi pertama.
“Kami masih harus melakukan pembenahan di sektor penyerangan. Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan kami akan bekerja lebih keras untuk meningkatkan kualitas permainan di area tersebut,” ujarnya.
Selain melakukan pembenahan internal, Milos juga mengungkapkan bahwa Garudayaksa FC masih membutuhkan tambahan pemain. Kehadiran pemain baru diharapkan dapat memperkuat kedalaman skuad sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi tim pelatih dalam menghadapi kompetisi yang panjang.
Garudayaksa FC kini memiliki waktu sekitar 12 hari untuk melakukan persiapan akhir sebelum kompetisi Super League 2026/27 dimulai. Masa tersebut akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi hasil TC, menentukan komposisi utama, sekaligus memastikan seluruh pemain memahami tugas masing-masing dalam sistem permainan.
Milos menyebut suasana tim selama menjalani TC juga menjadi salah satu hal positif yang membuatnya optimistis. Ia menilai para pemain menunjukkan sikap profesional dan mampu menjalankan program latihan dengan baik.
“Secara keseluruhan semuanya berjalan positif. Para pemain menunjukkan kerja keras dan sikap profesional selama berada di sini. Itu membuat saya optimistis menghadapi musim yang baru,” tutur Milos.
Setelah menyelesaikan TC di Solo dan Yogyakarta, Garudayaksa FC akan kembali ke markas. Tim selanjutnya memasuki fase persiapan akhir dengan fokus pada penyempurnaan taktik, evaluasi pemain, serta finalisasi komposisi skuad.
Dengan waktu yang semakin terbatas, setiap sesi latihan akan menjadi penting bagi Garudayaksa FC. Tim pelatih dituntut memastikan berbagai catatan yang muncul selama TC dapat segera dibenahi sebelum persaingan Super League 2026/27 resmi bergulir. (lib/ion)






