Tekan Stunting, TP PKK Palembang Dorong Anak Gemar Makan Ikan Lewat PAMTOIP

PALEMBANG, viralsumsel.com – Upaya Pemerintah Kota Palembang menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas asupan gizi anak terus dilakukan melalui berbagai program. Salah satunya melalui Pemberian Makanan Tambahan Olahan Ikan pada Posyandu (PAMTOIP) Tahun 2026.

Program tersebut secara resmi dibuka Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani, di Posyandu Wijaya Kusuma, Jalan Swadaya Murni, Kecamatan Sako, Kamis (24/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 67 balita menerima paket makanan tambahan berbahan olahan ikan yang disiapkan sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Dewi menjelaskan, PAMTOIP tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan tambahan. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sekaligus mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan gizi anak sangat penting, terutama dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fase tersebut merupakan salah satu periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang membutuhkan dukungan asupan gizi yang baik.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan PC IMM Kota Palembang, Ratu Dewa Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Ikan menjadi salah satu sumber pangan yang dapat mendukung kebutuhan tersebut karena mengandung protein berkualitas, asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA, serta berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam perkembangan fisik dan otak anak.

Karena itu, melalui PAMTOIP, anak-anak diperkenalkan dengan konsumsi ikan sejak usia dini. Penyajian makanan olahan ikan juga dibuat lebih menarik agar anak terbiasa mengonsumsi makanan bergizi dengan cara yang sesuai dengan selera mereka.

“Melalui PAMTOIP, kita ingin membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak dini melalui penyajian yang menarik, aman, bergizi dan disukai anak,” ujar Dewi.

Ia menilai keberhasilan program peningkatan gizi dan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan berbagai unsur yang berada langsung di tengah keluarga.

Dewi pun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perikanan Kota Palembang, kader Posyandu, tenaga kesehatan serta masyarakat yang turut berperan dalam pelaksanaan PAMTOIP.

Baca Juga :  Ratu Dewa Pimpin Evaluasi Pendataan Kendaraan Bermotor, Pemkot Palembang Kejar Optimalisasi Pajak Daerah

Menurutnya, kolaborasi mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader hingga keluarga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Selain pemberian makanan tambahan, edukasi mengenai pola makan sehat juga dinilai penting agar keluarga memiliki pemahaman yang baik mengenai kebutuhan gizi anak. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya ketika program berlangsung, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dewi berharap kegiatan PAMTOIP dapat semakin memperkuat budaya mengonsumsi ikan di tengah masyarakat Palembang. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pola makan bergizi dan gaya hidup sehat, upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera melalui peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia sejak usia dini. (nto/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *