VIRALSUMSEL.COM – Penantian panjang akhirnya terbayar bagi kapten Timnas Aljazair, Riyad Mahrez. Setelah melewati berbagai kegagalan tampil di putaran final, pemain berusia 35 tahun itu akhirnya menikmati malam yang selama ini diimpikannya di panggung Piala Dunia FIFA 2026.
Dalam pertandingan dramatis melawan Austria yang berakhir imbang 3-3, Mahrez tampil sebagai salah satu aktor utama keberhasilan Aljazair memastikan tiket ke babak 32 besar. Ia tidak hanya mencetak gol pertamanya di ajang Piala Dunia, tetapi juga menyumbangkan assist penting yang membuat namanya kembali menjadi sorotan dunia.
Bagi Mahrez, pencapaian tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar statistik.
“Saya benar-benar bahagia. Ini adalah momen yang sangat berarti bagi saya, meskipun baru satu pertandingan. Bisa mencetak gol pertama di Piala Dunia tentu luar biasa, tetapi yang paling penting adalah kami berhasil lolos ke babak berikutnya dan tetap bersaing di level tertinggi,” ujar Mahrez usai pertandingan.
Janji yang Akhirnya Terwujud
Perjalanan Mahrez menuju Piala Dunia 2026 bukanlah kisah yang mudah.
Sebelumnya, mantan bintang Leicester City dan Manchester City itu sempat gagal membawa Aljazair tampil dalam dua edisi Piala Dunia. Namun, ia tidak pernah kehilangan keyakinan.
Beberapa bulan sebelum putaran final dimulai, Mahrez sempat berjanji akan melakukan segala cara agar negaranya kembali tampil di ajang terbesar sepak bola dunia.
Janji tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah dirinya mencetak gol dan menyumbang assist dalam laga kualifikasi melawan Somalia yang memastikan Aljazair lolos ke putaran final.
Kini, di usia yang sudah memasuki kepala tiga, Mahrez membuktikan bahwa kualitas dan pengalaman masih menjadi senjata utamanya.
Pemimpin yang Menjadi Pembeda
Saat menghadapi Austria, Mahrez memperlihatkan kelasnya sebagai pemain berpengalaman.
Ia membuka peluang melalui assist yang berbuah gol pertama Aljazair, kemudian mencetak gol lewat penyelesaian tenang menghadapi penjaga gawang lawan, sebelum kembali menunjukkan kualitas individu melalui tendangan kaki kanan yang menggetarkan jala gawang.
Penampilannya mengingatkan publik pada masa-masa terbaiknya ketika sukses meraih berbagai gelar bergengsi di level klub.
Tak heran jika kehadirannya menjadi faktor penting dalam permainan Aljazair sepanjang laga.
Mental Baja Aljazair
Selain penampilan impresif Mahrez, pertandingan melawan Austria juga memperlihatkan karakter kuat yang dimiliki skuad asuhan Vladimir Petkovic.
Aljazair dua kali tertinggal dalam pertandingan tersebut, namun selalu mampu bangkit hingga akhirnya mengamankan hasil yang memastikan langkah mereka ke fase gugur.
Bek sayap Rafik Belghali menilai mental pantang menyerah menjadi kekuatan utama tim saat ini.
Menurutnya, kemampuan bangkit dari tekanan menjadi modal penting untuk bersaing dalam turnamen sebesar Piala Dunia.
“Kami menunjukkan bahwa tim ini tidak mudah menyerah. Saat tertinggal, kami tetap percaya bisa bangkit. Mentalitas seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam kompetisi seperti Piala Dunia,” ujarnya.
Belghali sendiri turut mencuri perhatian setelah mencetak gol indah dalam pertandingan tersebut.
Ia mengungkapkan strategi Aljazair yang memanfaatkan overlap di sisi lapangan berjalan efektif hingga membuat pertahanan Austria beberapa kali kewalahan.
Sosok Idola di Ruang Ganti
Bagi Belghali, Mahrez bukan hanya kapten, tetapi juga mentor yang selalu memberikan arahan di dalam maupun luar lapangan.
Karena bermain di sisi kanan yang sama, ia mengaku banyak belajar mengenai posisi bermain hingga pengambilan keputusan dari sosok yang telah memenangkan berbagai gelar bergengsi tersebut.
“Riyad selalu membantu saya. Dia membimbing saya mengenai posisi bermain dan memberikan banyak masukan. Bagi saya, bisa bermain bersamanya adalah sebuah kehormatan karena sejak kecil dia adalah idola saya,” katanya.
Belghali menambahkan bahwa kerendahan hati Mahrez menjadi salah satu alasan mengapa seluruh pemain begitu menghormatinya.
Mimpi yang Belum Selesai
Sepanjang kariernya, Mahrez telah mengoleksi hampir seluruh trofi bergengsi.
Ia pernah menjadi juara Premier League, menjuarai Liga Champions UEFA, hingga membawa Aljazair menjadi kampiun Piala Afrika 2019.
Namun, satu impian besar masih ingin diwujudkannya, yakni membawa Aljazair melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia.
Setelah tampil singkat pada edisi 2014 di Brasil dan gagal tampil pada dua edisi berikutnya, kini Mahrez kembali hadir dengan status kapten sekaligus pemimpin utama skuad Aljazair.
Selanjutnya, Aljazair akan menghadapi Swiss pada babak 32 besar.
Pelatih Vladimir Petkovic optimistis timnya masih memiliki ruang untuk berkembang.
Menurutnya, membangun mental juara menjadi proses yang harus dilakukan secara bertahap.
“Kami terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Dalam turnamen sebesar ini, peningkatan performa secara konsisten adalah kunci untuk melangkah lebih jauh,” ujar Petkovic.
Dengan pengalaman, kualitas, serta kepemimpinan yang dimiliki Mahrez, Aljazair kini memiliki modal besar untuk terus melanjutkan kejutan di Piala Dunia FIFA 2026. (fifa)












