PALEMBANG, viralsumsel.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Nopianto, menegaskan bahwa persoalan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat di sekitar kawasan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang harus menjadi perhatian serius. Keluhan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran udara akibat bau amoniak yang sempat dirasakan warga di kawasan ring 1, ring 2 hingga ring 3 perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan Nopianto saat melaksanakan reses anggota DPRD Sumsel Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Palembang di Kelurahan Sei Buah, Rabu (8/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan lingkungan, program CSR perusahaan hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Menurut Nopianto, PT Pusri sebagai salah satu perusahaan strategis nasional memiliki peran besar dalam mendukung ketahanan pangan melalui produksi pupuk. Seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi dan penggunaan teknologi modern, perusahaan juga dituntut mampu menekan dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat.
“Saya cukup sering berkunjung ke PT Pusri. Saat ini pabrik telah menggunakan teknologi yang jauh lebih modern dan kapasitas produksinya meningkat. Modernisasi itu tentu harus dibuktikan dengan semakin berkurangnya dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat,” ujar Nopianto.
Ia menilai peningkatan produksi pupuk merupakan langkah positif bagi perekonomian nasional maupun daerah. Selain berkontribusi terhadap penerimaan negara, keberadaan perusahaan juga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Meski demikian, manfaat ekonomi tersebut tidak boleh mengorbankan hak masyarakat untuk menikmati lingkungan yang bersih, sehat, dan aman.
Nopianto mengatakan DPRD Sumsel menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi lingkungan di sekitar kawasan industri. Karena itu, setiap persoalan perlu dikaji secara objektif berdasarkan fakta di lapangan agar solusi yang diambil benar-benar tepat.
“Setiap keluhan masyarakat harus menjadi perhatian. Analisisnya harus objektif dan berdasarkan kondisi yang sebenarnya sehingga persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.
Selain isu lingkungan, Nopianto juga meminta PT Pusri terus memperkuat program Corporate Social Responsibility (CSR) agar manfaat keberadaan perusahaan semakin dirasakan masyarakat.
Ia mengungkapkan DPRD Sumsel sebelumnya telah mengusulkan bantuan kendaraan operasional pengangkut sampah sebagai salah satu bentuk dukungan CSR yang dinilai sangat dibutuhkan warga.
“Kami berharap program CSR terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar perusahaan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” ungkapnya.
Nopianto menambahkan, meskipun berbagai kebijakan strategis PT Pusri berada di bawah koordinasi PT Pupuk Indonesia sebagai holding BUMN pupuk, perusahaan tetap harus responsif terhadap berbagai aspirasi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jembatan dan fasilitas umum lainnya. Menanggapi hal itu, Nopianto memastikan DPRD Sumsel akan mengawal setiap aspirasi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan setiap usulan masyarakat agar dapat direalisasikan sesuai kemampuan anggaran dan kewenangan pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan PT Pusri, Rustam, menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan reses tersebut.
Ia menjelaskan PT Pusri saat ini tengah membangun pabrik baru yang mengadopsi teknologi lebih modern dengan standar ramah lingkungan. Menurutnya, perusahaan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan CSR.
“PT Pusri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekitar melalui berbagai program, termasuk pelaksanaan CSR yang berkelanjutan,” ujar Rustam. (jun)












