Ekonomi Palembang Tumbuh 5,82 Persen, Pemkot Siapkan Akselerasi 2026

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kota Palembang menunjukkan optimisme tinggi dalam memperkuat fondasi perekonomian daerah pada awal tahun 2026.

Keyakinan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi dan Persiapan Langkah Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Kantor Bappeda Kota Palembang, Selasa (10/2/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Aprizal Hasyim menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Palembang saat ini berada pada jalur yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Palembang tercatat mencapai 5,82 persen.

Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dibandingkan Triwulan I 2025 yang berada di angka 5,14 persen serta Triwulan II sebesar 5,60 persen. Capaian ini dinilai sebagai hasil nyata dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan lainnya.

Meski demikian, Sekda menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Ia mengingatkan adanya target besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

Baca Juga :  Rapat Paripurna XI DPRD Sumsel Agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penilaian Pansus-pansus DPRD TerhadapLKPJ Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2024

“Palembang harus berperan sebagai salah satu motor penggerak utama. Pertumbuhan yang kita raih hari ini adalah modal awal, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama,” ujarnya di hadapan jajaran OPD dan instansi terkait.

Aprizal memaparkan sembilan langkah strategis yang menjadi mandat pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut meliputi percepatan realisasi APBD sebagai stimulus ekonomi, peningkatan investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), akselerasi pembangunan infrastruktur daerah, serta pengendalian inflasi melalui stabilisasi harga bahan pokok.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memperluas lapangan kerja, mencegah praktik perdagangan ilegal ekspor-impor, meningkatkan produktivitas pangan berbasis potensi lokal, memperkuat industri manufaktur, serta menyederhanakan perizinan berusaha.

Ia berharap melalui rapat koordinasi tersebut dapat dirumuskan rencana aksi yang terukur dan implementatif, sehingga pertumbuhan ekonomi Palembang tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Jasa Raharja Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Pada Launching Program Penghapusan Pajak Kendaraan Diatas Air Tahun 2022 Provinsi Sumatera Selatan

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Bank Indonesia, hingga BPS yang dinilai konsisten mengawal stabilitas ekonomi daerah sepanjang tahun sebelumnya. Untuk tahun 2026, ia menginstruksikan seluruh OPD agar disiplin menyampaikan data real-time ke sistem pusat paling lambat tanggal 20 setiap bulan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palembang, Dr. Korlena, menegaskan bahwa rapat koordinasi awal tahun ini merupakan agenda strategis, bukan sekadar formalitas. Evaluasi kinerja pelaporan tahun 2025 serta penyamaan visi menghadapi tantangan ekonomi 2026 menjadi fokus utama.

Menurutnya, konsistensi pelaporan data sangat penting karena kondisi ekonomi Palembang dipantau secara langsung dan berkelanjutan oleh Kementerian Dalam Negeri. Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Palembang juga memberikan penghargaan kepada OPD yang dinilai paling disiplin dalam pelaporan.

“Kedisiplinan ini harus terus dijaga agar stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Palembang tetap terkendali sepanjang 2026,” pungkasnya.(nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *