PALEMBANG, viralsumsel.com — Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah secara serius dan berkelanjutan. Melalui program prioritas “1 Kelurahan 1 Bank Sampah”, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pengelolaan sampah kepada 25 bank sampah paling aktif di Kota Palembang.
Dalam sambutannya, Walikota Palembang, Ratu Dewa menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan, melainkan telah menjadi isu penting yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat turut menyebabkan volume sampah di Kota Palembang semakin bertambah setiap tahunnya.
“Apabila sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, banjir akibat saluran tersumbat, gangguan kesehatan, hingga memperburuk estetika kota. Oleh karena itu, Pemkot Palembang terus melakukan langkah strategis untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terpadu, dan berbasis partisipasi masyarakat,” ujar Ratu Dewa.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan sampah. Keterlibatan aktif masyarakat sejak dari sumber sampah menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan lingkungan di tingkat kota.
Saat ini, tercatat terdapat 98 bank sampah yang tersebar di 18 kecamatan di Kota Palembang. Keberadaan bank sampah tersebut dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah sejak dini.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyalurkan bantuan sarpras kepada 25 bank sampah yang dinilai paling produktif berdasarkan evaluasi operasional dan jumlah nasabah aktif.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi satu unit motor sampah, satu unit tempat sampah ukuran satu meter kubik, dua unit tempat sampah organik dan non-organik ukuran 500 liter, enam unit kotak sampah terpilah tiga warna, dua unit komposter, satu unit timbangan, satu unit mesin cacah sampah, serta satu unit mesin cacah plastik.
“Bantuan ini bukan untuk membeda-bedakan, melainkan sebagai bentuk penghargaan dan stimulus agar bank sampah lain terpacu untuk semakin aktif mengelola sampah organik maupun anorganik di wilayah masing-masing,” katanya.
Di sela kegiatan tersebut, Ratu Dewa juga memberikan apresiasi kepada Bank Sampah Indonesia Legacy yang berada di Kampung Al-Qur’an. Bank sampah tersebut dinilai berhasil menghadirkan inovasi dengan menggabungkan pengelolaan lingkungan dan pendidikan karakter.
Melalui program tersebut, siswa dapat membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) menggunakan sampah yang mereka kumpulkan untuk kemudian dikelola oleh bank sampah.
“Ini adalah langkah edukatif yang luar biasa dalam membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya belajar pendidikan formal dan agama, tetapi juga diajarkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Saya berharap inovasi ini menjadi inspirasi bagi sekolah dan komunitas lain di Palembang,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan, pengurus bank sampah, relawan, dan seluruh masyarakat yang terus berkontribusi menjaga kebersihan Kota Palembang.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kota Palembang yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan di masa mendatang. (bbs)







