Tanjung Carat Jadi ‘Golden Moment’, HIPMI Banyuasin Siap Ambil Peran Utama

BANYUASIN – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Banyuasin menggelar pertemuan strategis perdana di Kesuma Cafe n Resto pada Minggu (26/04). Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam menentukan arah kompas organisasi di tengah geliat pembangunan megaproyek di Bumi Sedulang Setudung.

Ketua Umum BPC HIPMI Banyuasin, Kanda H. Ade Pramanja, SH, menegaskan bahwa soliditas internal adalah harga mati. Ia menginstruksikan pola komunikasi satu pintu yang responsif antara Ketua Umum dan Sekretaris Umum guna memastikan kolaborasi berjalan tanpa hambatan.

“Peluang HIPMI Banyuasin ke depan sangat besar. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Saat ini Pelabuhan Tanjung Carat sedang dibangun, ini adalah golden moment bagi kita. Saya ingin ada peran nyata dan hasil konkret bagi roda organisasi dari keberadaan pelabuhan tersebut,” ujar Ade Pramanja dengan nada optimis.

Baca Juga :  Malang AI Connect 2025: Lompatan Besar AI untuk UMKM dan Startup Indonesia

Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya hilirisasi komoditas lokal. Ia mencontohkan potensi kelapa Banyuasin yang harus naik kelas hingga menembus pasar global melalui aktivitas ekspor-impor yang terintegrasi. “Lampung bisa maju pesat karena kekuatan pelabuhannya. Banyuasin harus mengambil momentum yang sama melalui Tanjung Carat,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Bendahara Umum BPD HIPMI Sumsel, Cece Riri, yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, memberikan apresiasi atas langkah cepat BPC Banyuasin. Kehadiran fungsionaris BPD Sumsel ini mempertegas dukungan penuh bagi pengusaha muda Banyuasin untuk menguasai sektor-sektor strategis, termasuk sektor perikanan yang menjadi konsentrasi Bidang VI BPD HIPMI Sumsel.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, disepakati dua agenda mendesak yakni penetapan kantor sekretariat permanen dan pengisian struktur ketua-ketua bidang. Langkah ini diambil untuk memastikan mesin organisasi siap berlari kencang dalam mengawal pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Semarak Liburan Akhir Tahun di ASHTA District 8: Glimmering Noël

“HIPMI Banyuasin bukan sekadar perkumpulan, tapi adalah inkubator bagi para pemain industri masa depan Banyuasin,” pungkas Ade Pramanja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *