LUBUKLINGGAU, viralsumsel.com — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memastikan ketersediaan beras di wilayah Sumsel dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan setelah dirinya melakukan peninjauan langsung ke Gudang Beras Perum Bulog Taba Bingin, Kota Lubuklinggau, Jumat (4/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru mengecek secara langsung kondisi persediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog. Berdasarkan hasil peninjauan, stok beras yang tersedia dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumsel hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Herman Deru dalam peninjauan itu didampingi Wali Kota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Lubuklinggau.
Menariknya, pengecekan tersebut dilakukan secara mendadak. Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat langsung kondisi stok di lapangan tanpa persiapan khusus dari pihak pengelola gudang.
Peninjauan Mendadak untuk Pastikan Ketersediaan Beras
Herman Deru menjelaskan, pengecekan terhadap gudang Bulog dilakukan secara acak di sejumlah wilayah. Sebelumnya, ia juga telah melakukan peninjauan gudang Bulog di Palembang.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan informasi mengenai ketersediaan beras benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemerintah juga ingin memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat terkait isu yang berkembang mengenai dugaan kelangkaan beras, khususnya beras premium.
Dari hasil pemantauan di sejumlah gudang Bulog, Herman Deru menilai persoalan yang terjadi bukan menunjukkan adanya kelangkaan beras secara umum. Kondisi di pasaran lebih dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat terhadap beras dengan kualitas premium.
Jenis beras premium tersebut bahkan kerap disebut masyarakat sebagai beras kelas “Sultan” karena memiliki kualitas dan harga yang lebih tinggi dibandingkan beras pada umumnya.
Operasi Pasar Jadi Langkah Antisipasi Pemerintah
Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kondisi musim kemarau dan ancaman El Nino yang berpotensi memengaruhi sektor pangan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pelaksanaan Operasi Pasar. Kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga ketersediaan sekaligus memastikan harga beras tetap dapat dijangkau masyarakat.
Selain pemerintah, sejumlah pihak yang disebut Herman Deru sebagai “Sultan-Sultan Muda” juga ikut mengambil peran dengan membuka kios penjualan beras. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia sehingga masyarakat memiliki alternatif untuk mendapatkan beras dengan harga yang relatif terkendali.
Herman Deru menilai langkah tersebut menjadi bentuk respons pemerintah bersama berbagai pihak terhadap meningkatnya permintaan beras premium di tengah kondisi musim kemarau.
Harga Gabah dan Beras Dinilai Tetap Terkendali
Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Taba Bingin, Herman Deru juga memberikan apresiasi kepada jajaran pengelola Bulog. Menurutnya, pengelolaan harga pembelian pemerintah (HPP) yang dilakukan di wilayah tersebut mampu menjaga harga tetap berada dalam kondisi normal.
Stabilitas harga itu dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani, pedagang gabah, Bulog, dan masyarakat sebagai konsumen.
Herman Deru berharap pola pengendalian harga yang diterapkan di Gudang Bulog Lubuklinggau dapat menjadi contoh bagi pimpinan cabang Bulog lainnya di Sumsel.
Dengan harga pembelian yang dinilai masih normal, persaingan dalam memperoleh gabah juga dapat dikendalikan. Kondisi tersebut sekaligus diharapkan mencegah terjadinya persaingan harga yang terlalu tinggi antara Bulog dengan pedagang gabah dari luar daerah.
Stok Beras Sumsel Aman hingga 10 Bulan
Usai melihat langsung kondisi gudang, Herman Deru kembali menegaskan bahwa masyarakat Sumsel tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras.
Ia menyebut stok beras yang saat ini tersedia diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan mendatang. Selain stok yang sudah tersimpan di gudang, aktivitas panen petani juga masih berlangsung di sejumlah daerah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan pemerintah bahwa pasokan beras di Sumsel masih berada dalam kondisi aman.
Pemerintah Provinsi Sumsel, kata Herman Deru, tetap akan melakukan pemantauan dan mengambil langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.
Dengan ketersediaan stok yang relatif kuat dan masih berlangsungnya panen, masyarakat diimbau tidak perlu panik atau khawatir terhadap isu kelangkaan beras.
Herman Deru memastikan pemerintah akan terus menjaga stabilitas pangan, termasuk melalui koordinasi dengan Bulog dan pihak terkait lainnya, sehingga kebutuhan beras masyarakat Sumsel tetap dapat terpenuhi. (bbs/ion)






