Herman Deru Dorong FEK Jadi Benteng Budaya dan Perekat 72 Suku di Sumsel

PALEMBANG,viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru mendorong Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumsel menjadi wadah yang mampu memperkuat persatuan sekaligus menjaga keberagaman budaya masyarakat di Bumi Sriwijaya.

Harapan tersebut disampaikan Herman Deru setelah 72 suku yang berada di Sumatera Selatan berhimpun dalam satu organisasi. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus dirawat agar menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel bersama Elemen Masyarakat Khatulistiwa sekaligus Pengukuhan Pengurus FEK Sumsel Periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (4/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan FEK Sumsel. Ia menilai kehadiran organisasi tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan keinginan untuk memperkokoh nilai Bhinneka Tunggal Ika.

“Tentu sebagai pimpinan daerah bersama Wagub dan Forkopimda merasa bertambah organisasi di provinsi ini yang dapat menjadi perpanjangan tangan dalam penyelesaian berbagai problem yang ada di daerah kita,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Ketenteraman, kebersamaan, serta semangat gotong royong masyarakat menjadi fondasi yang tidak kalah penting.

“Kalau ketenteraman dan kegotongroyongan itu tidak sejalan, pasti akan keropos dalam pembangunannya,” katanya.

FEK Jangan Hanya Seremonial

Herman Deru juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang memilih menyatukan langkah melalui FEK. Namun, ia berharap organisasi tersebut tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial.

Baca Juga :  Dari ASN hingga Sekda, Ini Perjalanan Karier Panjang Syafaruddin di Birokrasi Muba

FEK diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mendukung kemajuan Sumatera Selatan.

“Atas upaya ini tentu saya dan Wagub punya tanggung jawab moril dan materiil terhadap jalannya organisasi ini. Jangan sampai organisasi budaya yang kita kukuhkan ini hanya untuk seremonial saja. Dengan keberagaman suku dan budaya, FEK harus dapat berperan membangun daerah Sumsel,” tegasnya.

Selain menjadi wadah silaturahmi, Herman Deru meminta FEK mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan budaya masing-masing suku yang ada di Sumatera Selatan.

Ia mengingatkan perkembangan zaman tidak boleh membuat kebudayaan daerah perlahan menghilang. Sebaliknya, adat dan budaya harus terus dirawat, dikembangkan, bahkan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pertahanan budaya, saya tidak ingin masing-masing budaya daerah punah. Kita hormati, kita hidupkan. Mari kita mempertahankan dan mengembangkannya. Syukur-syukur bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Budaya Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi

Menurut Herman Deru, kekayaan adat dan budaya Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan identitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan potensi daerah.

Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk tetap menggunakan dan menampilkan adat istiadat dalam berbagai momentum kehidupan.

“Minimal ke depan, setiap suku dan budaya ini kalau ada saudara yang sedang di pelaminan tetap memakai adat dan budayanya,” ungkap Herman Deru.

Baca Juga :  Jalan KH Balqi Banten Palembang Segera Diperbaiki

Selain pelestarian budaya, ia juga meminta FEK memperkuat kepedulian sosial. Perhatian tersebut diharapkan tidak hanya diberikan kepada sesama anggota organisasi, tetapi juga menjangkau masyarakat secara luas.

Dengan demikian, keberadaan FEK diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarsuku sekaligus membangun kepedulian bersama di tengah keberagaman masyarakat Sumsel.

FEK Targetkan Sumsel Tetap Kompak

Sementara itu, Ketua Umum FEK Sumsel Ghofar Pasolong menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031.

Ia mengaku lega karena setelah melalui proses dan penantian cukup panjang, kepengurusan FEK akhirnya dapat dikukuhkan langsung oleh Gubernur Sumsel.

Ghofar menegaskan, jajaran pengurus selanjutnya akan segera menjalankan sejumlah program yang telah disiapkan. Salah satu tujuan utamanya adalah menjaga Sumatera Selatan tetap kompak dan terbebas dari konflik.

“Setelah pengukuhan ini, kami akan melaksanakan sejumlah program. Intinya adalah bagaimana menjaga Sumsel tetap kompak dan zero conflict,” kata Ghofar.

Bergabungnya 72 suku dalam satu wadah menjadi modal penting bagi FEK untuk menjalankan misi tersebut. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, menjaga toleransi, serta melestarikan kekayaan budaya Sumatera Selatan.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, FEK diharapkan tidak hanya menjadi representasi keberagaman masyarakat, tetapi juga berkontribusi menciptakan Sumsel yang aman, harmonis, kondusif, dan semakin maju. (win/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *