Warga di PALI Semakin Menjerit, Pasca Pertamax Naik, Pertalite Kosong

SUMSEL456 Dilihat

viralsumsel.com, PALI – Masyarakat kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dibuat terkejut oleh pemerintah. Pasalnya, saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM), pada kendaraannya, didapati harga BBM jenis pertamax yang berubah harga, dari awalnya Rp 9.250 menjadi Rp 12.750.

Tidak hanya itu, masyarakat pun dibuat tidak punya pilihan pengisian BBM, lantaran BBM jenis Pertalite yang harganya jauh lebih murah dari Pertamax kosong. Hal itu terjadi di sejumlah SPBU, yang ada di Kabupaten PALI, Minggu (3/4/2022).

Seperti dikatakan Nopriansyah, warga kelurahan Talang Ubi Timur, kecamatan Talang Ubi. Saat dirinya hendak mengisi BBM pada kendaraan roda 4, Ia terkejut ketika pegawai pom bensin menyebut harga Pertamax Rp 12.750.

Baca Juga :  Jasad Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kolam, Warga Prambatan PALI Gempar

Pada awalnya, Ia berniat untuk mengisi kendaraannya dengan BBM jenis Pertalite, tapi karena Pertalite kosong, Ia terpaksa mengisinya dengan Pertamax.

“Terpaksa saya isi, meski hanya Rp 50 ribu dengan Pertamax. Minimal untuk hari ini saja. Semoga besok bisa menemukan Pertalite, tamabah menjerit masyarakat kalo kayak gini,” ungkapnya.

Ia sangat terkejut, melihat harga Pertamax yang naik. Ia menilai pemerintah sedang tidak baik-baik saja,

“Naiknya Pertamax memang kebijakan penuh dari Pertamina dan Pemerintah. Namun, tolong pikirkan nasib rakyat yang saat ini masih berjuang untuk pemulihan ekonomi pasca wabah pandemi.

Jangan langsung dibuat susah dengan menaikkan harga Pertamax dan membuat langka BBM bersubsidi dan Pertalite,” pintanya.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar, Ahmad Zarkasih : 90 Tahun GP Ansor Setia Terhadap NKRI

Sementara itu, salah satu petugas SPBU menerangkan bahwa pengiriman Pertalite sudah seperti biasa, yakni bekisar antara 8 ribu liter sampai 16 ribu liter.

“Namun, karena harga Pertamax yang naik, masyarakat langsung menyerbu Pertalite, akibatnya sejak siang Pertalite menjadi kosong. Alhasil sore ini hanya menyisakan Pertamax saja,” katanya.

Untuk kuota Pertalite dan Pertamax, ditambahkannya memang berdasarkan permintaan mereka. “Sementara untuk Premiun, sudah beberapa bulan terakhir tidak dikirim lagi,” pungkasnya. (eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *