Belajar dari Gempa di Rusia, Indonesia Harus Perkuat Sistem Mitigasi dan Peringatan Dini Hadapi Ancaman Megathurst

Foto BMKG

 

viralsumsel.com, JAKARTA– Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 8,7 telah mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7). Gempa tersebut menjadi peringatan agar pemerintah Indonesia lebih siap dalam melakukan mitigasi, terutama menghadapi bayang-bayang gempa Megathurst.

Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai gempa besar di Rusia berdampak tsunami tersebut menjadi peringatan keras bagi negara-negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, termasuk Indonesia.

“Gempa ini terjadi di zona seismic gap, yakni wilayah yang secara historis pernah mengalami gempa besar namun telah lama tidak aktif. Artinya, ini adalah bom waktu yang akhirnya meledak,” kata Irwan.

Ia menilai gempa di Kamchatka mirip secara tektonik dengan wilayah barat Sumatera dan selatan Jawa, yang terakhir mengalami gempa besar lebih dari 50 tahun lalu. Artinya, Indonesia memiliki potensi risiko yang sama.

Baca Juga :  KAI Divre III Palembang Intensifkan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang Selama Libur Lebaran 2026

Meski demikian, pelajaran yang bisa diambil dari bencana tersebut adalah pemerintah Indonesia bisa memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini. Lagi-lagi, Indonesia harus belajar dari Jepang.

“Jepang tidak hanya mengandalkan model perhitungan, tapi juga sistem observasi langsung. Inilah yang membuat mereka bisa memberikan peringatan akurat dan cepat,” katanya.

Sistem mitigasi dan peringatan dini harus dilakukan pemerintah, mengingat wilayah Indonesia berada di jalur megathrust aktif yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Jangan menunggu bencana besar untuk bergerak. Kita harus mencontoh Jepang dalam hal ketekunan, konsistensi, dan investasi jangka panjang dalam sistem mitigasi,” ujar Irwan. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *