Budi Sudarsono Beberkan Faktor Kekalahan Sriwijaya FC dari PSMS Medan

PALEMBANG, viralsumsel.com – Sriwijaya FC kembali harus menelan pil pahit pada lanjutan pekan ke-13 Pegadaian Championship (Liga 2 Indonesia) musim 2025.

Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (27/12) sore, Laskar Wong Kito takluk 1-3 dari PSMS Medan.

Dalam laga tersebut, Sriwijaya FC sempat memberikan harapan kepada pendukungnya setelah Sutan Diego Armando Ondriano Zico mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-16.

Namun, keunggulan PSMS Medan akhirnya tak terbendung lewat dua gol Rudi Yana pada menit ke-15 dan 70, serta satu gol tambahan dari Risman Ariyanto Maring pada menit ke-64.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Sriwijaya FC yang hingga pekan ke-13 belum sekalipun meraih kemenangan dan masih terpuruk di dasar klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Championship 2025.

Baca Juga :  Sebanyak 2000 Peserta Ramaikan Kenaikan Sabuk, Ketua DPRD Kota Palembang Zainal Abidin: Dukung Penuh Kegiatan Olahraga Taekwondo

Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, mengungkapkan bahwa faktor fisik pemain menjadi salah satu penyebab utama kekalahan timnya. Ia menilai kondisi fisik skuad Laskar Wong Kito belum ideal, bahkan saat bermain di kandang sendiri.

“Yang saya tekankan sebenarnya adalah kondisi fisik pemain. Kita main di kandang, tapi justru yang banyak mengalami kram itu pemain kita sendiri. Tapi alhamdulillah saya sampaikan ke pemain, yang penting tidak ada yang cedera. Semua aman untuk pertandingan tadi,” ujar Budi Sudarsono, yang akrab disapa Budigol, dalam sesi konferensi pers usai laga.

Mantan striker Timnas Indonesia tersebut juga tidak menampik bahwa Sriwijaya FC masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Menurutnya, keterbatasan komposisi pemain menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada performa tim.

Baca Juga :  Rekor Baru, Bayern Munich Juara Bundesliga Sepuluh Kali Beruntun

“Dari awal sudah saya sampaikan, PR kita itu sangat banyak. Apalagi sekarang pemain yang benar-benar siap itu hanya beberapa saja. Pemain cadangan kita cuma dua kiper dan empat pemain. Komposisi tim ini sangat kurang, pilihan juga terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, minimnya pergerakan selama jeda kompetisi turut mempengaruhi kesiapan tim. Padahal, menurut Budigol, latihan yang terstruktur dan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menunjang performa pemain di kompetisi.

Menjelang laga berikutnya menghadapi PSPS Pekanbaru, Budi Sudarsono mengaku akan tetap berusaha maksimal meski dengan kondisi skuad yang sangat terbatas. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *