Bukan Soal Ngebut, Ini Kesalahan Pengemudi yang Picu Tabrakan Beruntun di Tol

Foto dok Polres Ngawi

 

viralsumsel.com, JAKARTA- Risiko tabrakan beruntun di jalan tol meningkat saat libur akhir tahun, seiring melonjaknya volume kendaraan di ruas jalan bebas hambatan tersebut. Kepadatan lalu lintas, kecepatan tinggi, dan jarak antarkendaraan yang terlalu rapat menjadi kombinasi berbahaya yang kerap berujung kecelakaan massal.

Padahal, cara menghindari tabrakan beruntun tergolong sederhana dan terukur. Namun sering diabaikan pengemudi karena faktor emosi, terburu-buru, atau kebiasaan berkendara yang salah.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengungkapkan ada tiga langkah dasar yang bisa menekan risiko tabrakan beruntun di tol, lengkap dengan batasan angka yang perlu diperhatikan pengemudi.

1. Jaga jarak aman minimal 3 detik

Menurut Sony, aturan tiga detik menjadi patokan paling mudah untuk menjaga jarak aman. Caranya, hitung jeda waktu mobil di depan melewati satu titik tetap (misalnya marka atau rambu), lalu pastikan kendaraan sendiri melewati titik itu minimal tiga detik kemudian.

Baca Juga :  Swissôtel Nusantara Dibuka di Ibu Kota Nusantara

“Pada kecepatan 100 km/jam, mobil menempuh sekitar 27-28 meter per detik. Artinya, jarak aman ideal mencapai 80–85 meter,” ujar Sony.

Jarak ini penting karena jarak pengereman mobil di kecepatan tinggi bisa mencapai 60-70 meter, tergantung kondisi ban, rem, dan jalan. Tanpa jarak cukup, pengemudi hampir pasti tidak sempat menghindar saat mobil depan mengerem mendadak.
Sony juga mengingatkan agar tidak memaksa bertahan saat mobil belakang terlalu mepet.

“Kalau ada yang menekan dari belakang, beri jalan. Lebih aman mengalah daripada berisiko ditabrak,” katanya.

2. Atur perjalanan agar tidak dikejar waktu

Kesalahan fatal pengemudi tol adalah berangkat mepet waktu, sehingga memicu kebiasaan ngebut dan menempel kendaraan di depan.

Dengan perencanaan perjalanan yang baik, pengemudi dapat
mengatur waktu tempuh realistis
menjaga kecepatan stabil di kisaran 80-100 km/jam dan menghindari manuver mendadak dan pengereman keras.

Baca Juga :  Menerapkan AI dalam Data Kompleks pada Graph Machine Learning

“Kalau mindset sudah buru-buru, refleks keselamatan langsung turun. Jarak aman diabaikan, emosi naik, risiko tabrakan beruntun ikut meningkat,” jelas Sony.

3. Gunakan lajur kiri dengan kecepatan konsisten

Sony menyarankan pengemudi tidak memaksakan diri di lajur kanan bila tidak mampu menjaga kecepatan arus lalu lintas. Namun, lajur kiri juga harus digunakan secara tepat.

“Bukan berarti pelan sekali.
Kecepatan ideal tetap harus di atas kecepatan kendaraan berat, minimal 70-80 km/jam, supaya tidak mengganggu arus dan memicu pengereman berantai,” ujarnya.

Perbedaan kecepatan ekstrem antar kendaraan misalnya mobil 100 km/jam mendadak menemui kendaraan 60 km/jam menjadi salah satu pemicu utama tabrakan beruntun di tol.

Dengan menerapkan jarak aman terukur, perencanaan perjalanan matang, dan pemilihan lajur yang tepat, risiko tabrakan beruntun di jalan tol dapat ditekan secara signifikan, terutama di tengah lonjakan kendaraan saat musim liburan. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *