VIRALSUMSEL.COM – Timnas Inggris menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan catatan manis setelah mengalahkan Prancis 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga.
Kemenangan dramatis tersebut sekaligus memastikan The Three Lions meraih pencapaian terbaik mereka di ajang Piala Dunia sejak menjadi juara pada tahun 1966.
Di balik sukses Inggris mengamankan medali perunggu, nama Bukayo Saka menjadi sorotan utama. Penyerang sayap Arsenal itu tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick dan menjadi aktor penting dalam kemenangan tim asuhan Thomas Tuchel di Hard Rock Stadium, Miami.
Penampilan gemilang tersebut mengantarkan Saka masuk ke daftar elite pemain Inggris yang pernah mencetak tiga gol dalam satu pertandingan putaran final Piala Dunia. Sebelum dirinya, hanya ada tiga nama yang mampu mencatatkan prestasi serupa, yakni Geoff Hurst pada Piala Dunia 1966, Gary Lineker pada 1986, dan Harry Kane pada edisi 2018 di Rusia.
Bagi Saka, pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat membanggakan dalam kariernya bersama tim nasional Inggris. Pemain berusia 24 tahun itu mengaku terhormat bisa disejajarkan dengan para legenda sepak bola Inggris yang telah lebih dahulu menorehkan sejarah di panggung dunia.
Menurutnya, mencetak hat-trick di ajang sebesar Piala Dunia merupakan pengalaman yang luar biasa. Ia mengaku baru mengetahui setelah pertandingan bahwa dirinya kini menjadi bagian dari kelompok kecil pemain Inggris yang pernah mengukir rekor tersebut.
Tak hanya itu, Saka juga mencatatkan prestasi lain dengan menjadi pemain Inggris ketiga yang mampu mencetak tiga gol atau lebih dalam dua edisi Piala Dunia berbeda. Sebelumnya, rekor tersebut hanya dimiliki Gary Lineker dan Harry Kane.
Meski puas dengan kemenangan atas Prancis, Saka mengakui target utama Inggris sebenarnya adalah tampil di partai final. Namun, ia menilai kemenangan di laga perebutan tempat ketiga menjadi cara terbaik untuk mengakhiri perjalanan panjang tim selama turnamen berlangsung.
Ia menegaskan seluruh pemain bertekad menutup kompetisi dengan hasil positif sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras yang telah mereka lakukan selama lebih dari satu bulan mengikuti Piala Dunia 2026.
Keberhasilan Inggris mengalahkan Prancis juga menjadi bukti efektivitas strategi Thomas Tuchel yang melakukan sejumlah rotasi pemain pada pertandingan terakhir. Keputusan tersebut terbukti mampu menjaga energi tim dan menghadirkan performa agresif sepanjang laga.
Dengan tambahan enam gol ke gawang Prancis, Inggris menyamai produktivitas Les Bleus sebagai tim tersubur sepanjang turnamen dengan koleksi 20 gol.
Saka juga mengungkapkan suasana emosional di ruang ganti setelah pertandingan. Menurutnya, Thomas Tuchel menyampaikan rasa bangga kepada seluruh pemain atas perjuangan yang telah ditunjukkan selama turnamen.
Pelatih asal Jerman itu disebut memberikan pesan menyentuh tentang kuatnya ikatan yang terjalin di dalam skuad selama enam hingga tujuh pekan kebersamaan mereka di Piala Dunia.
Bagi Saka dan rekan-rekannya, keberhasilan meraih posisi ketiga menjadi modal berharga untuk menatap turnamen berikutnya. Inggris kini berharap pengalaman dan pencapaian di Piala Dunia 2026 dapat menjadi fondasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. (fifa)






