VIRALSUMSEL.COM – Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final tidak hanya menghadirkan trofi dunia kedua bagi La Roja.
Turnamen ini juga melahirkan sejumlah catatan sejarah dan statistik luar biasa yang akan dikenang dalam perjalanan sepak bola dunia.
Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan Spanyol mengangkat trofi di Meadowlands Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. Namun di balik kemenangan tersebut, terdapat sederet rekor yang semakin menegaskan betapa istimewanya pencapaian tim asuhan Luis de la Fuente.
Salah satu pencapaian paling mencolok adalah keberhasilan Spanyol menjadi tim dengan pertahanan terbaik sepanjang sejarah juara Piala Dunia modern. La Roja hanya kebobolan satu gol selama turnamen berlangsung, sebuah rekor yang belum pernah dicapai juara dunia sebelumnya.
Konsistensi lini belakang yang dikomandoi Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella menjadi fondasi utama perjalanan sempurna Spanyol menuju tangga juara. Ketangguhan tersebut membuat lawan-lawan kuat seperti Portugal, Belgia, Prancis hingga Argentina kesulitan membongkar pertahanan mereka.
Selain rekor tim, final Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung lahirnya catatan sejarah bagi generasi muda Spanyol. Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, yang sama-sama masih berusia 19 tahun, tercatat sebagai remaja keempat dan kelima yang tampil dalam final Piala Dunia.
Lebih istimewa lagi, keduanya mengikuti jejak para legenda yang juga sukses menjadi juara dunia saat masih remaja. Sebelumnya hanya ada nama besar seperti Pele bersama Brasil pada 1958, Giuseppe Bergomi saat membawa Italia juara tahun 1982, serta Kylian Mbappe yang mengangkat trofi bersama Prancis pada 2018.
Di sisi lain, keberhasilan Spanyol juga mengantarkan Luis de la Fuente mencatat sejarah pribadi. Pelatih berusia 65 tahun 28 hari itu resmi menjadi pelatih tertua yang pernah memenangkan Piala Dunia. Ia melampaui rekor sebelumnya yang dipegang sesama pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, yang mengantar La Roja juara dunia 2010 saat berusia 59 tahun.
Sementara itu, meski harus menelan kekecewaan karena gagal mempertahankan gelar juara dunia, Lionel Messi tetap meninggalkan jejak bersejarah di turnamen ini.
Kapten Argentina tersebut tampil di final pada usia 39 tahun 25 hari, menjadikannya pemain lapangan tertua yang pernah bermain dalam pertandingan final Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang legenda Swedia, Gunnar Gren, yang tampil pada final tahun 1958 saat berusia 37 tahun.
Tak hanya itu, Messi kini juga resmi menjadi pemain kedua dalam sejarah yang tampil pada tiga final Piala Dunia berbeda. Sebelumnya ia tampil di final 2014 melawan Jerman dan final 2022 melawan Prancis sebelum kembali mencapai partai puncak pada edisi 2026.
Pencapaian tersebut menyamai rekor milik legenda Brasil, Cafu, yang bermain di final Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002.
Meski Argentina gagal mempertahankan mahkota juara dunia, perjalanan Messi tetap menambah babak penting dalam sejarah sepak bola global.
Sementara bagi Spanyol, keberhasilan mengangkat trofi dengan hanya kebobolan satu gol menjadi bukti bahwa generasi baru La Roja kini telah resmi mengambil alih panggung sepak bola dunia. (bbs/win)






