Cinta Jogja dan Suporter, Ini Alasan Rendra Teddy Tak Hengkang dari PSIM

OLAHRAGA220 Dilihat

YOGYAKARTA, viralsumsel.com – PSIM Yogyakarta berhasil mempertahankan salah satu pemain kunci yang menjadi bagian penting dari keberhasilan tim meraih promosi ke Liga 1 2025/26.

Adalah Rendra Teddy Wijanarko, gelandang bertahan serba bisa yang dipastikan tetap memperkuat Laskar Mataram musim depan.

Senang dan bangga sekali bisa kembali membela PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia,” ungkap Rendra dengan penuh semangat.

Pemain kelahiran Sidoarjo, 14 Juni 1996 ini memang menjadi sosok sentral dalam skuat PSIM saat menjuarai Pegadaian Liga 2 2024/25.

Tampil dalam 17 pertandingan dengan total 1.253 menit bermain, Rendra tampil solid baik di posisi gelandang bertahan, bek tengah, maupun bek kanan.

Tak Pasang Target Pribadi, Fokus untuk Tim

Memasuki tantangan baru di Liga 1, Rendra enggan memasang target pribadi. Baginya, kebersamaan dan pencapaian tim adalah prioritas utama.

Baca Juga :  Ezequiel “Pulga” Vidal Resmi Perkuat PSIM Yogyakarta, Kembali ke Indonesia Setelah Bersinar di India

Saya ingin selalu berusaha memenangkan setiap pertandingan dan menampilkan performa sebaik mungkin,” tegasnya.

Selain alasan profesional, kenyamanan pribadi juga menjadi faktor penentu. “Suasana Kota Jogja yang sangat ramah membuat saya betah. Yang paling saya rindukan adalah dukungan suporter luar biasa saat bermain di kandang,” katanya.

Manajemen PSIM: Teddy Adalah Pilar dan Pemain Serbabisa

Di sisi manajemen, Razzi Taruna, Manajer Tim PSIM, menegaskan bahwa Rendra adalah pemain penting yang tak bisa dilepas begitu saja.

Kita senang bisa mempertahankan Teddy karena dia salah satu kapten tim musim lalu yang berperan penting membawa PSIM juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1,” ujarnya.

Baca Juga :  Budiardjo Sudah Dapat Pemain Pengganti Ambrizal

Razzi juga menyoroti kemampuan versatile Rendra sebagai nilai tambah. “Teddy dicoba di beberapa posisi, termasuk bek kanan. Dia menunjukkan bahwa dirinya sangat berguna dari sisi taktikal,” jelas Razzi.

Lebih dari itu, etos kerja Rendra juga mendapat pujian. “Dia sempat mengalami cedera parah, tapi bisa pulih dan kembali tampil. Itu menunjukkan mentalitas luar biasa,” tambahnya.

Sebagai mantan pemain Arema FC dan Deltras FC, pengalaman Rendra diharapkan bisa menjadi penopang kekuatan PSIM di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Harapannya, semoga Teddy bisa terus konsisten dan menjadi tulang punggung PSIM di Liga 1,” pungkas Razzi. (lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *