PALEMBANG, viralsumsel.com – Perjalanan karier pesepak bola muda asal Palembang, Muhammad Fajar Firdaus, kembali menemukan titik terang. Sempat berada di fase sulit hingga nyaris meninggalkan dunia sepak bola, pemain berusia 23 tahun itu kini justru tampil sebagai salah satu sosok penting bagi Sumsel United.
Fajar menjadi Man of The Match saat Sumsel United menghadapi PSMS Medan dalam pertandingan Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (13/9/2026).
Penghargaan tersebut terasa semakin istimewa karena diraih setelah Fajar melewati periode berat dalam perjalanan kariernya. Cedera serius pada bagian wajah yang dialaminya musim lalu membuat pemain kelahiran Palembang itu harus menghadapi situasi sulit.
Bahkan, Fajar sempat kehilangan tempat di skuad Persiraja Banda Aceh setelah namanya dicoret pada bursa transfer pertengahan musim. Kondisi tersebut membuat masa depannya sebagai pesepak bola profesional sempat berada di ujung tanda tanya.
Namun, kesempatan kedua datang ketika Sumsel United membutuhkan tambahan tenaga di lini depan.
Fajar Masuk dan Mengubah Jalannya Pertandingan
Kontribusi Fajar langsung terlihat ketika Sumsel United menghadapi PSMS Medan. Tuan rumah sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dua gol pada babak pertama.
Perubahan terjadi setelah Fajar mendapatkan kesempatan bermain. Penyerang muda tersebut mampu mencetak gol pada menit ke-49 untuk memperkecil ketertinggalan Sumsel United.
Gol itu kemudian menjadi momentum kebangkitan tim. Sumsel United tampil lebih percaya diri dan terus memberikan tekanan hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Performa tersebut membuat Fajar dinobatkan sebagai Man of The Match. Bukan hanya karena mencetak gol, kehadirannya juga memberikan energi baru bagi permainan Sumsel United.
Tony Sucipto Ungkap Fajar Sempat Putus Asa
Asisten Pelatih Sumsel United, Tony Sucipto, mengungkapkan bahwa keputusan merekrut Fajar tidak datang begitu saja. Mantan pemain Tim Nasional Indonesia tersebut mengetahui bahwa Fajar sempat kehilangan kepercayaan diri setelah mengalami masalah pada musim sebelumnya.
Tony menyebut Fajar bahkan sempat berpikir untuk mencari pekerjaan di luar sepak bola setelah gagal melanjutkan karier bersama klub sebelumnya.
Menurut Tony, situasi tersebut berubah setelah tim pelatih melihat kebutuhan Sumsel United terhadap sosok penyerang yang mampu memberikan energi tambahan di lini depan.
Jajaran pelatih kemudian mencoba meyakinkan Fajar agar kembali mengambil kesempatan bermain bersama Sumsel United. Kepercayaan tersebut akhirnya mendapatkan jawaban positif melalui penampilan impresif saat menghadapi PSMS Medan.
Tony berharap pencapaian tersebut tidak membuat Fajar terlena. Justru, penghargaan Man of The Match dinilai harus menjadi motivasi agar sang pemain semakin konsisten dalam pertandingan berikutnya.
Fajar Persembahkan Performa untuk Orang Tua
Sementara itu, Fajar sendiri memilih untuk tidak menganggap penampilan apiknya sebagai sesuatu yang diraih melalui formula khusus.
Ia menyebut kerja keras, dukungan pelatih serta rekan setim menjadi faktor utama yang membantunya tampil maksimal ketika diberikan kesempatan.
Lebih dari itu, Fajar mengaku memiliki motivasi pribadi yang sangat kuat. Setiap penampilan di lapangan ingin ia persembahkan untuk kedua orang tuanya sekaligus membantu Sumsel United meraih hasil terbaik.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sulit yang pernah dialaminya tidak membuat Fajar kehilangan motivasi untuk kembali membangun karier.
Tak Mau Cepat Puas
Menjadi Man of The Match dan membantu Sumsel United bangkit dari ketertinggalan dua gol ternyata belum membuat Fajar merasa telah mencapai puncak performanya.
Pemain kelahiran Palembang itu menyadari kompetisi masih panjang. Karena itu, ia memilih menjadikan pertandingan melawan PSMS Medan sebagai pijakan untuk terus berkembang.
Fajar bertekad menjaga konsistensi, memperbaiki kekurangan dan terus belajar dari setiap pertandingan yang dijalani bersama Sumsel United.
Kisah Fajar Firdaus menjadi gambaran bahwa perjalanan seorang pesepak bola tidak selalu berjalan mulus. Dari sempat mengalami cedera serius, kehilangan klub, bahkan hampir meninggalkan sepak bola, ia kini mendapat kesempatan membuktikan kemampuan di hadapan publik Palembang.
Penampilannya ketika menghadapi PSMS Medan menjadi bukti bahwa kesempatan kedua dapat membuka jalan baru. Fajar bukan hanya mencetak gol penyelamat bagi Sumsel United, tetapi juga menunjukkan bahwa kerja keras dan kemauan untuk bangkit masih dapat mengubah perjalanan sebuah karier. (lib/ion)






