SOLO, viralsumsel.com – De Red FC berhasil membawa pulang satu poin setelah menahan imbang Persis Solo tanpa gol pada pekan kelima Grup B Pegadaian Championship 2026/27. Bermain di Stadion Manahan, Solo, Minggu (11/10/2026) sore, tim asuhan Aji Santoso menunjukkan kedisiplinan dalam bertahan untuk meredam dominasi tuan rumah.
Hasil imbang 0-0 ini menjadi modal penting bagi De Red FC untuk menatap pertandingan berikutnya. Meski terus mendapat tekanan, terutama pada babak kedua, tim tamu mampu menjaga gawangnya tetap aman hingga peluit panjang dibunyikan.
Secara statistik, Persis Solo memang lebih dominan dalam penguasaan bola. Laskar Sambernyawa mencatatkan 67 persen penguasaan bola, sedangkan De Red FC hanya menguasai 33 persen.
Persis juga lebih banyak melepaskan tembakan dengan total 14 percobaan, lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Di sisi lain, De Red FC berusaha memberikan perlawanan melalui serangan balik dan mencatatkan 11 percobaan tembakan, dengan dua di antaranya mengancam gawang tuan rumah.
Perbedaan statistik tersebut memperlihatkan bagaimana De Red FC memilih bermain lebih efektif dan mengandalkan pertahanan yang rapat. Strategi ini menjadi kunci untuk meredam tekanan Persis sepanjang pertandingan.
Pelatih De Red FC, Aji Santoso, menilai raihan satu poin di markas Persis bukan hasil yang buruk. Ia menyebut timnya memang datang dengan target membawa pulang poin dari Stadion Manahan.
Menurut Aji, hasil tersebut juga bisa menjadi bekal berharga bagi para pemain untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, terutama karena De Red FC akan kembali bermain di kandang.
“Bagi saya, mendapatkan satu poin di pertandingan ini bukan hasil yang terlalu buruk. Target kami memang membawa pulang poin dari sini. Hasil ini menjadi modal yang baik untuk pertandingan berikutnya di kandang,” ujar Aji Santoso.
Aji Santoso Instruksikan Pertahanan Rapat
Tekanan Persis Solo, khususnya pada babak kedua, membuat De Red FC harus menyesuaikan pendekatan permainan. Tim pelatih meminta para pemain menjaga jarak antarlini agar ruang bagi tuan rumah semakin terbatas.
Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, Aji secara khusus menginstruksikan anak asuhnya untuk memperkuat pertahanan di area tengah lapangan. De Red FC juga tetap berusaha memanfaatkan celah melalui serangan balik ketika Persis terlalu fokus menyerang.
Pendekatan tersebut tidak hanya membantu De Red FC mempertahankan skor, tetapi juga memberi kesempatan untuk mengancam pertahanan lawan.
Aji menjelaskan, beberapa peluang tembakan berhasil didapatkan timnya ketika melancarkan serangan balik pada fase akhir pertandingan.
“Pada 10 menit terakhir, saya menginstruksikan pemain untuk lebih rapat dalam bertahan di area tengah dan memanfaatkan serangan balik. Hasilnya, kami beberapa kali bisa melepaskan tembakan ke gawang lawan,” jelasnya.
Kedisiplinan para pemain dalam menjalankan instruksi pelatih menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan De Red FC mencuri poin di Solo.
Kiper Dimas Galih turut menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pemain. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari perjuangan bersama dan kepatuhan terhadap arahan tim pelatih.
Ia juga bersyukur De Red FC mampu melewati pertandingan sulit di Stadion Manahan dengan membawa pulang satu poin.
Mewakili rekan-rekannya, Dimas menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim sepanjang pertandingan. Ia menegaskan para pemain berusaha menjalankan instruksi Aji Santoso sebaik mungkin.
De Red FC Naik ke Posisi Tujuh
Tambahan satu poin dari markas Persis Solo membawa De Red FC naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2026/27 dengan koleksi lima poin.
Hasil ini menjadi bekal bagi De Red FC untuk melanjutkan persaingan pada pertandingan berikutnya. Mereka dijadwalkan menjamu PS Barito Putera di Surabaya pada Minggu (18/10/2026).
De Red FC tentu berharap mampu mempertahankan kedisiplinan permainan sekaligus meningkatkan efektivitas serangan agar bisa meraih hasil lebih maksimal di hadapan pendukung sendiri.
Sementara itu, Persis Solo harus puas berbagi poin meski mendominasi penguasaan bola dan lebih banyak melepaskan tembakan. Hasil tanpa gol di Stadion Manahan menjadi bukti bahwa dominasi permainan belum tentu menjamin kemenangan jika tidak diikuti penyelesaian akhir yang efektif. (lib/ion)












