Mahasiswa Universitas Serasan Angkatan II Adakan Edukasi Hukum Pelanggaran Lalu Lintas anak di bawah umur desa Harapan Jaya Kecamatan Muara Enim. Foto : viralsumsel.com/rosyid
Mahasiswa Universitas Serasan Angkatan II Adakan Edukasi Hukum Pelanggaran Lalu Lintas anak di bawah umur desa Harapan Jaya Kecamatan Muara Enim. Foto : viralsumsel.com/rosyid

EDUKASI HUKUM PELANGGARAN LALU LINTAS ANAK DI BAWAH UMUR DESA HARAPAN JAYA

ViralSumsel.com, Muara Enim – Mahasiswa Universitas Serasan Angkatan II Adakan Edukasi Hukum Pelanggaran Lalu Lintas anak di bawah umur desa Harapan Jaya Kecamatan Muara Enim.

Saat berkonsultasi Dengan Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Heriawan, S.E., M.M., Ayyub Munda Nopi Yahya mahasiswa yang sedang KKN di desa Harapan Jaya mengusul Program Kerjanya untuk mengadakan Sosisalisasi Edukasi Hukum Pelanggaran Lalu Lintas pada anak di bawah umur, tanggapan dari DPL Pendidikan Hukum sangat lah penting dalam kehidupan, apalagi anak di bawah umur yang sering melanggar lalu lintas dan mengganggap remeh keselamatan bagi dirinya sendiri dan orang lain, maka Program ini saya setujui untuk dilaksanakan, ungkap Heriawan.


Kendaraan hanya boleh digunakan oleh individu yang berusia 17 tahun ke atas dan dianggap mampu mengemudikan kendaraan yang ditunjukkan dengan Surat Izin Mengemudi (SIM). Orang perseorangan yang mampu mengemudikan dan mengoperasikan kendaraan bermotor, termasuk dalam kapasitas hukum.

Saat ini banyak remaja di bawah umur yang sudah diberikan kendaraan pribadi oleh orang tua, sehingga keberadaan remaja di bawah umur yang mengemudikan kendaraan di jalan tidak lagi mengejutkan. Pelanggaran di jalan raya bukanlah hal yang hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh remaja di bawah umur yang seringkali kurang berpengalaman dalam mengemudi. Sebagian besar remaja ini adalah pelajar yang memerlukan kendaraan pribadi untuk pergi ke sekolah, tetapi mereka belum sepenuhnya memahami aturan berlalu lintas.

Menurut laporan Ditjen Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan, data kecelakaan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pelajar menjadi korban kecelakaan paling banyak. Berdasarkan Rekapitulasi data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri ,ada 11.565 kasus laka nasional sepanjang Januari 2024, tercatat pula jika 4.464 kasus laka alias 32,4% di sumbang oleh pengendara usia remaja,angka tersebut mengalami peningkatan jika di komporasikan dengan priode sebelumnya.

Baca Juga :   Pj Gubernur Agus Fatoni dan Ketua DPRD Sumsel Tandatangani Keputusan Bersama Persetujuan Tiga Raperda

Dalam rentang waktu serupa pada 2023 total laka yang trjadi adalah 12.000 kasus dan pengendara remaja menyumbang 4.293 kasus alias 31,8%, Hal ini menunjukkan bahwa pelajar di bawah umur tidak memiliki kesadaran dalam berkendara yang baik dan aman.

Pemerintah telah mengeluarkan dasar hukum untuk mengatasi masalah lalu lintas yang ada, yaitu UU No. 22 tahun 2009. Dalam Undang-Undang Dasar 19451 diatur tentang hak pengguna jalan, termasuk pengendara mobil pribadi, pejalan kaki, dan pengendara transportasi umum, serta kewajiban yang harus dipenuhi untuk memenuhi hak-hak orang lain. (UU No. 22 tahun 2009).

Pelanggaran lalu lintas anak di bawah umur merupakan fenomena Khasus pelanggaran dengan mengendarai Kendaraan yang di kendarai anak di bawah umur yang di dasari kurang nya kesadaran orang tua , “Edukasi Hukum Pelanggaran Lalu Lintas Anak Di Bawah Umur” Menjelaskan apa saja salah satu contoh pelanggaran yang dilakukan remaja di bawah umur agar dapat menambah pengetahuan remaja di bawah umur tentang pentingnya suatu aturan lalu lintas .
Adapun contoh dari pelanggaran lalu lintas anak di bawah umur

Baca Juga :   Herman Deru Doakan Rumah Makan Gratis Thayyiban Terus Berkembang  Membantu Kaum Duafa

1. Tidak memakai helm
2. Melawan arus lalu lintas
3. Melanggar rambu lalu lintas
4. Berboncengan tiga
5. Tidak memiliki kelengkapan surat seperti STNK dan SIM
6. Berbelok tidak sesuai lampu sen
7. Tidak memakai kaca spion

Edukasi Hukum Tentang kesadaran lalu lintas anak di bawah umur merupakan salah satu usaha memberikan pembelajaran yang merupakan salah satu cara pencegahan terjadinya kecelakaan dalam berkendara anak di bawah umur.

Kesadaran tentang lalu lintas anak di bawah umur dapat juga di cegah dengan melalui peran penting orang tua maupun pihak sekolah , Orang tua dapat memberikan nasihat kepada anak agar tidak diberikan motor dan peran sekolah dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas anak di bawah umur dengan tidak menyediakan lahan parkir siswa .

Tidak hanya siswa yang mendapatkan manfaat tapi juga para guru yang mengajar tentang peran mereka dalam mencegah kecelakaan lalu lintas anak di bawah umur dengan tidak memberikan fasilitas seperti parkiran dan juga peranan orang tua dalam mendidik anak-anak.

Dalam UU Dasar 1945 di dalam UU No 22 Tahun 2009 Telah Menjelaskan batsan- batasan umur dalam berkendara dengan di berikan Edukasi terhadap siswa , siswa dapat mendapatkan pengetahuan betapa pentingnya sebuah aturan demi keselamatan dirinya maupun orang lain.

Penulis : Ayyub Munda Nopi Yahya (Mahasiswa KKN Universitas Serasan Angk.II Kelompok1 Tahun 2024)

Iklan OKI

About Redaksi Viral Sumsel

Check Also

Pj Sekda OKI Tekankan Integritas, Loyalitas, dan Kerja Keras Kepada Jajaran ASN. Foto : viralsumsel.com/zep

Pj Sekda OKI Tekankan Integritas, Loyalitas, dan Kerja Keras Kepada Jajaran ASN

viralsumsel.com, OKI –  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), M Refly …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *