SLEMAN, viralsumsel.com – Partai final Pegadaian Championship 2025/26 menghadirkan drama luar biasa di Stadion Maguwoharjo, Sabtu malam. Garudayaksa FC sukses memastikan diri sebagai juara usai menundukkan PSS Sleman melalui adu penalti dengan skor 6-5, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Laga puncak kasta kedua sepak bola nasional itu berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Bermain di hadapan ribuan pendukung lawan, Garudayaksa FC justru tampil percaya diri dan mampu mengendalikan tempo permainan pada babak pertama.
Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui aksi cemerlang Alfin Kelilauw. Memanfaatkan umpan panjang ke area pertahanan PSS, pemain muda tersebut berhasil menyambut bola dan menaklukkan penjaga gawang Ega Rizky. Gol itu membuat publik tuan rumah terdiam sejenak.
Garudayaksa FC terus menekan dan hampir menambah keunggulan beberapa menit kemudian lewat sepakan Everton Nascimento. Meski peluang itu belum berbuah gol, tim asuhan Widodo Cahyono Putro akhirnya mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-35 setelah wasit melakukan pemeriksaan VAR.
Keputusan itu diambil setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang yang melibatkan bek senior PSS, Fachruddin Aryanto. Everton Nascimento yang maju sebagai algojo menjalankan tugas dengan sempurna pada menit ke-36 dan membawa Garudayaksa FC unggul 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSS Sleman bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Ansyari Lubis melakukan perubahan strategi dengan memasukkan pemain baru untuk menambah daya gedor.
Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-61. Penyerang andalan Gustavo Tocantins berhasil memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan matang rekannya.
Saat laga tampak akan dimenangkan Garudayaksa FC, PSS mendapat momentum di masa injury time. Pada menit 90+3, Gustavo Tocantins kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan kaki kiri memanfaatkan bola muntah di depan gawang. Gol itu memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Selama extra time, kedua tim sama-sama menciptakan peluang, tetapi tak ada gol tambahan tercipta. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama tos-tosan, dua eksekutor PSS gagal menjalankan tugas, termasuk Gustavo Tocantins yang sebelumnya menjadi pahlawan tim. Sementara Garudayaksa FC hanya sekali gagal mengeksekusi tendangan.
Skor akhir 6-5 memastikan Garudayaksa FC keluar sebagai kampiun Pegadaian Championship 2025/26. Gelar tersebut menjadi pencapaian bersejarah sekaligus penutup manis musim gemilang mereka setelah sukses mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi musim depan.
Pelatih Widodo Cahyono Putro menilai keberhasilan ini merupakan buah kerja keras seluruh tim sepanjang musim. Menurutnya, para pemain menunjukkan mental luar biasa, terutama ketika menghadapi tekanan ribuan suporter lawan di laga final.
Sementara kubu PSS Sleman harus puas menjadi runner-up, meski tetap mencatat musim positif dengan promosi ke kompetisi level atas. (lib)







