Gattuso Akui Italia Rapuh Usai Dibantai Norwegia 4-1: “Yang Mengkhawatirkan Adalah Keruntuhan Mental”

MILAN, viralsumsel.com – Pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya setelah Azzurri takluk 1-4 dari Norwegia pada laga terakhir Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion San Siro.

Kekalahan itu terasa semakin pahit karena Italia sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Francesco Pio Esposito, sebelum tampil kedodoran di babak kedua dan kebobolan tiga gol tambahan.

Italia sebenarnya memahami kondisi mereka berada dalam tekanan sejak awal pertandingan. Untuk lolos otomatis, kemenangan dengan selisih sembilan gol dibutuhkan—sebuah misi yang nyaris mustahil.

Namun, Gattuso tetap menargetkan kemenangan, setidaknya sebagai bentuk penebusan setelah dibekuk Norwegia 0-3 di Oslo pada pertemuan sebelumnya dan sebagai modal penting menuju babak play-off.

Harapan itu justru berubah menjadi mimpi buruk. Tak hanya kalah, laga ini sekaligus menandai kekalahan perdana Gattuso sejak resmi membesut timnas Italia.

“Kami Runtuh, dan Itu Sangat Mengkhawatirkan”

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Gattuso menegaskan bahwa masalah terbesar Italia bukan sekadar teknis atau fisik, melainkan keruntuhan mental yang terjadi begitu cepat.

Baca Juga :  Drawing Sepak Bola Porwil, Sumsel Masuk Grup "Neraka"

“Ini bukan soal fisik. Baru 30 detik setelah babak kedua dimulai, kami memberi mereka peluang. Setelah itu, kami mundur dan membiarkan Norwegia menguasai permainan,” ujar Gattuso  dilansir dari football-italiano.

Ia menyoroti perubahan drastis pada respon timnya ketika mendapatkan tekanan. “Cara kami berlari berubah.

Kami justru bermain sesuai kekuatan mereka, dan mereka menghukum kami. Bahkan proses membangun serangan dari belakang tak lagi rapi. Pergerakan Davide Frattesi tidak lagi melebar, dan kami berhenti melakukan hal yang benar. Itu penyesalan terbesar.”

Gattuso menegaskan kekalahan ini sangat mengkhawatirkan, terlebih Italia sudah dua kali beruntun gagal tampil di Piala Dunia.

“Kami tidak boleh kalah 1-4 dalam pertandingan seperti ini. Kami seharusnya bereaksi dengan benar. Tapi hari ini, kami terlalu mudah kehilangan rasa percaya diri. Beban dua kegagalan sebelumnya masih terasa jelas,” ucapnya.

Tak Salahkan Suporter

Meski para pendukung menyoraki tim, Gattuso tak ingin menuding siapa pun.

Baca Juga :  PSG Keok di Kandang Sendiri, Bayern Kokoh di Puncak Klasemen Liga Champions

“Pada babak pertama, saya puas dengan permainan dan dukungan fans. Tapi bicara saja tidak cukup. Malam ini adalah performa yang tidak pantas diberikan kepada mereka,” katanya.

Soal Kepemimpinan dan Masa Depan

Ketika ditanya apakah Italia kekurangan sosok pemimpin, Gattuso menilai persoalannya jauh lebih kompleks.

“Seorang pemimpin saja tidak cukup. Saat momen sulit datang, tim harus tetap bersatu. Yang membuat saya marah adalah bagaimana kami berhenti membangun serangan dengan baik. Jika takut membuat kesalahan, Anda akan bermain dengan rem tangan,” jelasnya.

Terkait kemungkinan kembalinya Federico Chiesa, ia menjawab singkat. “Dia pemain penting, tapi harus merasa nyaman lebih dulu. Kami akan berbicara lagi dan melihat kondisinya.”

Mengakhiri konferensi pers, Gattuso menyampaikan penyesalan mendalam.

“Jujur, saya lebih bisa menerima jika Norwegia mengajari kami dari menit pertama sampai terakhir. Tapi rasa sakitnya justru karena kami menunjukkan dua wajah berbeda,” tutupnya. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *