PALEMBANG, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 491 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Penganugerahan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia tersebut berlangsung di Griya Agung Palembang, Kamis (13/8/2026) malam. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas masa pengabdian dan dedikasi para PNS dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Pemberian penghargaan tersebut ditandai dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 60/TK/Tahun 2025, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2025, serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 46/TK/Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.
Dari total 491 penerima penghargaan, sebanyak 377 PNS mendapatkan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian selama 10 tahun. Kemudian 60 PNS menerima penghargaan masa pengabdian 20 tahun, sedangkan 54 PNS memperoleh penghargaan atas pengabdian selama 30 tahun.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan selamat kepada seluruh penerima. Ia mengapresiasi perjalanan pengabdian para ASN yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Sumatera Selatan.
Menurut Herman Deru, tidak semua ASN mendapatkan kesempatan menerima penghargaan tersebut. Karena itu, Satyalancana Karya Satya harus dimaknai bukan sekadar sebagai tanda kehormatan, tetapi juga sebagai pengingat atas tanggung jawab seorang aparatur negara.
“Tidak semua ASN bisa melampaui atau mendapatkan momen luar biasa seperti malam hari ini. Saya sebagai pembina kepegawaian di tingkat provinsi menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Bapak-Ibu sekalian,” ujar Herman Deru.
ASN Diminta Jawab Kritik dengan Kinerja
Herman Deru mengatakan setiap ASN memiliki posisi penting dalam mendukung roda pemerintahan. Menurutnya, kontribusi tersebut tidak ditentukan oleh pangkat maupun golongan, sebab seluruh aparatur memiliki peran masing-masing dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan ASN agar tidak mudah larut dalam berbagai sorotan publik, terutama kritik yang muncul melalui media sosial.
Di tengah derasnya arus informasi, Herman Deru meminta aparatur tidak menghabiskan energi untuk saling membalas kritik. Menurutnya, jawaban terbaik terhadap berbagai sorotan adalah memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kalau ada satu-dua yang dikritik, jangan kita sibuk membalas. Kita jawab saja dengan kerja dan perbaikan etos kerja,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan program pemerintah sangat berkaitan dengan dedikasi, etos kerja serta kekompakan seluruh ASN. Kontribusi tersebut tidak hanya berada di tingkat provinsi, tetapi juga dimulai dari lini pemerintahan paling bawah hingga satuan kerja masing-masing.
Herman Deru Pastikan Take Home Pay ASN Tidak Dikurangi
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan pesan terkait kesejahteraan ASN. Ia menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah yang tidak dalam keadaan berlebih bukan alasan untuk mengurangi penerimaan yang menjadi hak pegawai.
Herman Deru secara khusus meminta pejabat yang menangani persoalan take home pay pegawai, termasuk kepala daerah kabupaten dan kota, agar tidak mengganggu penerimaan ASN.
“Saya selalu tekankan kepada para pejabat yang membidangi masalah take home pay pegawai, juga para kepala daerah, bupati dan wali kota, jangan diganggu take home pay penerimaannya,” tegasnya.
Menurut Herman Deru, pemerintah memang memiliki berbagai agenda dan target pembangunan yang harus dijalankan. Namun, pembangunan tidak akan berjalan maksimal apabila kesejahteraan aparatur sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pemerintahan justru terganggu.
Ia kembali memastikan tidak terdapat niat untuk memangkas penerimaan ASN.
“Tidak ada sedikit pun terbersit untuk mengurangi take home pay. Betul kita punya rencana, punya program pembangunan yang lain, tetapi tidak akan pernah berhasil sebuah program bagi setiap pembina kepegawaian kalau kesejahteraan pegawainya terganggu,” ujarnya.
Satyalancana Jadi Pengingat Pengabdian
Herman Deru kemudian meminta seluruh penerima penghargaan menjadikan Satyalancana Karya Satya sebagai penyemangat untuk meningkatkan pengabdian kepada negara dan masyarakat.
Ia menjelaskan, penerima penghargaan masa pengabdian 30 tahun berada pada fase akhir perjalanan karier sebagai ASN. Sementara penerima penghargaan 20 tahun berada pada fase pertengahan pengabdian, sedangkan kelompok penerima masa pengabdian 10 tahun masih berada pada tahap awal perjalanan karier.
Gubernur juga meminta para penerima mengenakan lencana tersebut pada momentum tertentu, terutama ketika menggunakan pakaian upacara pada hari-hari besar.
Menurutnya, penggunaan lencana menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap negara yang telah memberikan tanda kehormatan atas pengabdian para ASN.
Penganugerahan yang digelar menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu sekaligus menjadi pengingat bahwa ASN memiliki posisi penting dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Herman Deru mengajak seluruh ASN untuk tidak merasa kecil atau menganggap kontribusinya tidak berarti. Setiap aparatur, menurutnya, memiliki peran dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Apapun pangkat dan golongan kita, kita tetap harus bersemangat untuk terus berkontribusi dalam jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di daerah,” pungkasnya. (win/ion)






