PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru mendorong Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Sumsel untuk tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga budaya, memberdayakan perempuan, serta mendukung pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri silaturahmi sekaligus pelantikan Pengurus IWSS Sumsel periode 2026–2031 di Palembang, Rabu (9/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengapresiasi keberadaan IWSS sebagai organisasi yang memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan di tanah perantauan.
Menurutnya, keberadaan organisasi berbasis budaya seperti IWSS menjadi penting di tengah perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat.
“Kegiatan ini merupakan hal baik, berkumpul dalam organisasi IWSS Sumsel untuk menghormati budaya di mana pun kita berada. Juga menjadi benteng bagi masuknya budaya asing,” ujar Herman Deru.
Ia berharap IWSS mampu menjadi “pagar” bagi anggotanya dan masyarakat dalam menyaring berbagai pengaruh budaya yang datang dari luar. Menurut Herman Deru, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai adat dan budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
“Harus bisa menjadi filter, dan kemudian bisa menjaga budaya adat yang diberikan leluhur kita,” tegasnya.
Namun, Herman Deru mengingatkan pelestarian budaya tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, modernisasi tetap harus diterima selama masyarakat mampu menjaga kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.
Karena itu, ia juga mendorong IWSS Sumsel menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, terutama dalam program yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan.
“Saya berharap dengan adanya kepengurusan IWSS ini bisa menjadi mitra pemerintah dan memberdayakan perempuan. Kita tidak menolak modernisasi, namun tetap menjaga dan menghormati kearifan lokal,” katanya.
Herman Deru juga menilai kemampuan masyarakat Sulawesi Selatan untuk beradaptasi menjadi salah satu nilai positif yang dapat terus dikembangkan. Sikap terbuka tersebut dinilai mampu membantu menciptakan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Selatan.
“Hal positif yang bisa diambil dari orang Sulawesi Selatan adalah bisa menerima dan diterima di mana pun berada,” ujarnya.
Dorong Perempuan Semakin Berdaya
Dalam hal emansipasi perempuan, Herman Deru mengatakan perempuan saat ini memiliki kesempatan yang semakin luas untuk berkarier dan memberikan kontribusi di berbagai bidang.
Namun, ia menegaskan peningkatan peran perempuan bukan berarti harus ditempatkan sebagai bentuk persaingan dengan laki-laki. Sebaliknya, perempuan diharapkan semakin mampu mengambil peran dalam keluarga, organisasi, masyarakat, maupun pembangunan.
“Bukan dalam arti berkompetisi dengan lelaki, namun bagaimana meningkatkan perannya. IWSS hendaknya bisa menjadi lembaga konsultasi bagi wanita, dan bisa menjadi contoh bahwa wanita bisa digdaya,” pesannya.
Herman Deru berharap kepengurusan baru IWSS Sumsel dapat menerjemahkan semangat tersebut melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.
IWSS Siap Bersinergi dengan Pemprov Sumsel
Ketua Umum IWSS Pusat Andi Nurhiyari mengatakan IWSS telah berdiri sejak 1977 dan kini berkembang di 36 provinsi di Indonesia. Organisasi tersebut juga telah hadir di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Australia hingga California, Amerika Serikat.
Menurutnya, luasnya jaringan IWSS menjadi modal untuk terus menjalankan berbagai program sekaligus memperkuat kontribusi organisasi di daerah.
“IWSS siap berlayar mengemban amanah menjalankan program bagi masyarakat Sumsel dan bersinergi dengan pemda setempat,” ucapnya.
Andi Nurhiyari juga menjelaskan bahwa IWSS merupakan badan otonom dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Karena itu, IWSS akan terus terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan KKSS.
“Maka setiap event yang diselenggarakan KKSS, IWSS harus hadir, sebab kami adalah satu kesatuan,” jelasnya.
Ia berharap IWSS Sumsel ke depan dapat membangun kerja sama yang semakin kuat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya melalui program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BPW KKSS Sumsel Syamsudin menekankan pentingnya kebersamaan seluruh unsur keluarga dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, organisasi tidak hanya dibangun oleh para bapak, tetapi juga melibatkan perempuan dan generasi muda.
“Kita sejajar dan setara dalam organisasi ini, untuk mengayomi para anggotanya. Selalu setia dan bersinergi dalam menjaga kerukunan antar suku,” katanya.
Syamsudin juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus IWSS Sumsel yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut terbuka bagi seluruh perempuan Sulawesi Selatan yang berada di tanah perantauan.
“IWSS adalah untuk semua perempuan Sulawesi Selatan yang ada di perantauan,” tambahnya.
Ketua PW IWSS Sumsel periode 2026–2031, Andi Siti Nurbaya, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan silaturahmi dan pelantikan dapat terlaksana.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IWSS Sumsel diharapkan mampu memperkuat peran perempuan Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan. Peran tersebut tidak hanya diarahkan pada pelestarian budaya, tetapi juga mencakup ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, penguatan hubungan sosial, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. (win/ion)






