Herman Deru Minta Perusahaan Hapus Batasan Usia Rekrutmen, Pekerja Berpengalaman Harus Diberi Kesempatan

PALEMBANG, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meminta perusahaan dan korporasi tidak lagi menjadikan batasan usia sebagai penghalang utama dalam proses perekrutan tenaga kerja. Ia menegaskan, kompetensi, pengalaman, kemampuan, serta potensi calon pekerja harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelayakan seseorang untuk diterima bekerja.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat membuka Job Fair Sumsel 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel bersama sejumlah mitra di Palembang Square (PS) Mall, Rabu (4/11/2026).

Herman Deru menyoroti persoalan yang kerap dihadapi para pencari kerja berusia matang, terutama mereka yang sebelumnya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, banyak pekerja berusia 40-an tahun masih memiliki kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan dunia usaha, tetapi justru kesulitan memperoleh pekerjaan baru karena terbentur persyaratan usia.

“Saya minta kolom batasan usia dalam lowongan pekerjaan, untuk posisi-posisi tertentu, tidak ada lagi. Banyak orang yang terkena PHK pada usia 40-an, tetapi ketika ingin melamar pekerjaan kembali justru kesulitan karena terbentur persyaratan umur. Padahal kemampuan dan potensinya masih ada,” tegas Herman Deru.

Kompetensi dan Pengalaman Harus Jadi Prioritas

Herman Deru menilai usia tidak selalu menjadi tolok ukur produktivitas maupun kualitas seseorang dalam bekerja. Pekerja yang telah berusia matang dinilai memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal penting bagi perusahaan.

Sebaliknya, usia muda juga tidak secara otomatis menjamin seseorang memiliki etos kerja, kedisiplinan, maupun kesungguhan yang baik.

Karena itu, ia mendorong perusahaan untuk lebih objektif dalam melakukan seleksi tenaga kerja. Penilaian terhadap kemampuan, karakter, kemauan, dan kesungguhan calon pekerja dapat dilakukan melalui tahapan seleksi yang tepat, termasuk wawancara.

Baca Juga :  Cepat Tanggap, Operasi Rutin Lalin Dishub Muba Evakuasi Truk Terguling

“Jangan sampai orang yang usianya sudah matang tidak mendapatkan kesempatan, sementara yang muda belum tentu memiliki semangat kerja yang baik. Kita bisa melihat kemampuan, kemauan, dan kesungguhan seseorang melalui proses wawancara,” ujarnya.

Menurut Herman Deru, kesempatan kerja harus terbuka lebih luas bagi masyarakat yang memiliki kompetensi. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan proses rekrutmen yang lebih adil dan memberikan ruang bagi pekerja berpengalaman untuk kembali produktif.

Job Fair Sumsel 2026 Libatkan 26 Perusahaan

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru mengapresiasi Disnakertrans Sumsel dan seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan Job Fair Sumsel 2026.

Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam membuka peluang kerja serta memberikan harapan baru bagi masyarakat.

Sebanyak 26 perusahaan yang berpartisipasi dinilai telah berkontribusi dalam memperluas akses kesempatan kerja bagi para pencari kerja di Sumsel.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Disnakertrans dan seluruh mitra. Sebanyak 26 korporasi yang berpartisipasi hari ini telah membuka harapan-harapan besar bagi para pencari kerja. Apa pun alasan seseorang mencari pekerjaan, itu merupakan ikhtiar yang mulia dan harus kita fasilitasi,” ungkapnya.

Herman Deru berharap kegiatan tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran terbuka di Sumsel. Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan kerja bagi putra-putri daerah agar mereka dapat berkontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian Sumatera Selatan.

Sediakan 2.500 Lowongan Kerja, Pendaftar Tembus 3.000 Orang

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumsel H. Indra Bangsawan menjelaskan, Job Fair Sumsel 2026 merupakan salah satu program pemerintah untuk menekan angka pengangguran sekaligus mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung.

Baca Juga :  Sumsel Raih Apresiasi Kementan atas Inovasi Padi Apung dan Gerakan Mandiri Benih

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan dan mengikuti proses rekrutmen dari perusahaan yang berpartisipasi.

Indra menyebutkan, Job Fair Sumsel 2026 diikuti 26 perusahaan dengan total ketersediaan sekitar 2.500 lowongan pekerjaan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni 4 hingga 5 November 2026.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Hingga saat laporan disampaikan, jumlah pendaftar melalui pemindaian barcode telah mencapai lebih dari 3.000 orang.

“Untuk pendaftaran melalui pemindaian barcode, hingga saat ini sudah tercatat lebih dari 3.000 pendaftar. Kami berharap melalui kegiatan ini angka pengangguran di Sumsel dapat semakin berkurang,” katanya.

Selain menyediakan akses rekrutmen, Job Fair Sumsel 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti talkshow, diskusi panel, dan konsultasi karier. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Poliran untuk membantu para pencari kerja meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Indra berharap seluruh rangkaian Job Fair Sumsel 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang sedang mencari pekerjaan.

Ia juga menilai kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas, sekaligus mendorong penurunan angka pengangguran di Sumatera Selatan.

Melalui Job Fair Sumsel 2026, Pemprov Sumsel berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan dan kompetensinya. Pesan Herman Deru mengenai pentingnya menghapus diskriminasi usia dalam rekrutmen pun menjadi dorongan agar dunia kerja semakin inklusif dan memberikan peluang bagi tenaga kerja berpengalaman. (win/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *