PALEMBANG, Viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan pesawat pendukung operasi teknologi dry ice atau es kering dijadwalkan berangkat dari Bandar Lampung pada Rabu (14/10/2026). Teknologi tersebut akan diuji coba di Sumsel sebagai salah satu upaya membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sumsel ditetapkan sebagai wilayah percontohan atau pilot project penerapan teknologi ini. Program yang diusulkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut telah mendapat persetujuan Presiden dan akan dilaksanakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Herman Deru mengatakan, persiapan pelaksanaan operasi terus dimatangkan melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk petugas yang ditugaskan untuk menindaklanjuti rencana penerapan teknologi pengurai asap tersebut.
“Tadi kita berkomunikasi dengan Kepala BNPB dan petugas yang diutus untuk menindaklanjuti dry ice. Insyaallah tidak ada gangguan. Besok pesawat diberangkatkan dari Bandar Lampung,” kata Herman Deru saat memberikan keterangan di Griya Agung, Selasa (13/10/2026).
Palembang Jadi Prioritas Awal
Herman Deru menjelaskan, penerapan teknologi dry ice ini direncanakan menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia. Untuk tahap awal, ia meminta agar pelaksanaannya diprioritaskan di Kota Palembang, yang merupakan ibu kota Provinsi Sumsel.
Menurutnya, penentuan wilayah prioritas perlu dilakukan agar upaya penanganan kabut asap dapat difokuskan pada daerah yang membutuhkan perhatian.
“Ini perdana di Indonesia, dan yang saya minta adalah Kota Palembang dulu,” ujarnya.
Rencana operasi tersebut menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk menghadapi dampak karhutla, terutama kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara.
Meski demikian, efektivitas teknologi ini dalam mengurangi kabut asap masih perlu dilihat berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi di lapangan.
Koordinasi Teknis Terus Dimatangkan
Pemerintah Provinsi Sumsel juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel untuk mempersiapkan aspek teknis pelaksanaan operasi.
Koordinasi tersebut mencakup penentuan titik koordinat penebaran dry ice agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Penentuan lokasi menjadi bagian penting dalam persiapan operasi, sehingga pelaksanaan teknologi ini dapat dilakukan secara terarah dan terkoordinasi dengan instansi terkait.
Pemerintah berharap uji coba tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap upaya penanganan kabut asap yang muncul akibat karhutla di Sumsel.
Apabila hasil penerapan teknologi ini dinilai efektif, pengalaman pelaksanaan di Sumsel dapat menjadi bahan evaluasi untuk kemungkinan penerapan di wilayah lain yang juga menghadapi persoalan karhutla.
Di sisi lain, pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, pemantauan kondisi udara, serta perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla secara menyeluruh. (win/ion)












