LAHAT, Viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meresmikan Jalan Khusus Batubara milik PT Levi Bersaudara Abadi yang berlokasi di KM 01 PT Levi Bersaudara Abadi/KM 017 Stockpile PT Servo Lintas Raya, Kabupaten Lahat, Jumat (13/2/2026) siang.
Peresmian jalan hauling sepanjang kurang lebih 26,4 kilometer tersebut menjadi tonggak penting dalam penataan angkutan batubara di Sumsel. Infrastruktur ini diharapkan memperlancar distribusi hasil tambang sekaligus mengurangi dampak sosial dan lingkungan yang selama ini muncul akibat penggunaan jalan umum.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa setiap daerah memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, pembangunan jalan khusus batubara ini merupakan solusi konkret atas persoalan kemacetan panjang, kerusakan infrastruktur jalan umum, hingga gangguan aktivitas masyarakat yang kerap terjadi akibat lalu lintas truk tambang.
“Enam bulan lalu pembangunan jalan ini dianggap mustahil. Banyak yang meragukan. Namun berkat sinergi pengusaha, Pemkab Lahat, dan Forkopimda, hari ini dapat kita resmikan. Ini bukan sekadar jalan angkutan batubara, melainkan jalan menuju kesejahteraan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan implementasi regulasi pertambangan, termasuk Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta turunannya di tingkat daerah, seperti Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2018 tentang tata cara pengangkutan batubara melalui jalan umum.
Jalan hauling ini juga berfungsi sebagai jalur pintas (short cut) dari trase sebelumnya, sehingga mampu meminimalkan potensi konflik sosial serta mengurangi tekanan terhadap lingkungan dan kualitas udara, khususnya di kawasan Merapi.
Herman Deru mengapresiasi kolaborasi antara PT Levi Bersaudara Abadi dan PT Servo Lintas Raya yang memungkinkan konektivitas hingga pelabuhan khusus batubara di kabupaten tetangga. Ia menekankan pentingnya kerja sama antar pemegang IUP agar infrastruktur bernilai ratusan miliar rupiah tersebut memberi manfaat luas.
“Jalan ini harus menjadi episentrum ekonomi masyarakat sekitar. Tanpa kolaborasi, infrastruktur sebesar ini tidak akan optimal,” ujarnya.
Ia juga meminta agar jalan tersebut tetap dilengkapi rambu keselamatan, meskipun merupakan jalur khusus, demi menjamin keamanan pengemudi. Selain itu, sisa lahan di sekitar jalan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai rest area dan ruang usaha bagi warga guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Komisaris PT Levi Bersaudara Abadi, H. Leman C., menyampaikan bahwa pembangunan hauling road ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional pertambangan yang tertib, aman, dan berkelanjutan. Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat telah dilakukan sejak tahap perencanaan.
Sementara itu, Bursah Zarnubi menilai keberadaan jalan khusus ini akan mengakhiri persoalan kemacetan yang selama ini bisa mencapai enam hingga tujuh jam dan menghambat distribusi kebutuhan pokok maupun layanan darurat.
Wakil Bupati Lahat, Widyaningsih, menyebut peresmian tersebut sebagai babak baru bagi kawasan Merapi. Ia mengingat keresahan masyarakat beberapa tahun terakhir akibat padatnya angkutan batubara di jalan umum. Kebijakan penataan sejak 2018 dinilai menjadi fondasi penting hingga terealisasinya hauling road ini.
Groundbreaking proyek ini dilakukan pada Agustus 2025 dan kini resmi beroperasi, ditandai pemotongan pita serta pelepasan truk-truk pengangkut batubara secara simbolis. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati OKI Muchendi Mahzareki.
Dengan beroperasinya jalan khusus batubara ini, Pemprov Sumsel dan Pemkab Lahat berharap tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keselamatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (bbs)







