PALEMBANG, viralsumsel.com — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menjadikan daerah ini sebagai destinasi Health Tourism unggulan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional. Langkah strategis ini dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Herman Deru saat memimpin rapat Paparan Rencana Pengembangan Road to Sumatera Selatan Health Tourism yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Senin (12/1/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta pemangku kepentingan terkait agar bekerja secara terpadu dan berkelanjutan.
Menurut Herman Deru, pengembangan wisata kesehatan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pariwisata, infrastruktur, hingga promosi, agar Sumsel benar-benar siap bersaing dengan daerah lain maupun negara tetangga.
Ia mengaku optimistis setelah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Direktur RSUD Siti Fatimah, serta Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel. Seluruh pihak dinilainya telah memahami peran masing-masing dan bergerak sesuai arah yang ditetapkan.
“Dari paparan yang disampaikan, saya merasa bangga karena seluruh unsur yang terlibat sudah berjalan di jalur yang benar dan memahami target besar yang ingin dicapai,” ujar Herman Deru.
Gubernur menjelaskan, tujuan utama pengembangan Sumsel Health Tourism adalah menarik masyarakat untuk berobat di Sumatera Selatan, sekaligus menekan angka warga yang selama ini memilih layanan kesehatan ke luar negeri, khususnya dari wilayah Sumsel dan Sumbagsel.
Ia menilai keterbatasan daya tarik wisata konvensional dibandingkan daerah lain justru dapat ditutupi dengan keunggulan layanan kesehatan yang profesional, cepat, nyaman, dan terjangkau.
“RSUD Siti Fatimah sudah memiliki fasilitas yang lengkap. Tinggal bagaimana kita menjalankan langkah konkret dan mempromosikannya secara masif agar masyarakat yakin dan percaya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., AIFO-K menjelaskan bahwa wisata kesehatan mencakup berbagai aktivitas perjalanan untuk memperoleh layanan medis, kebugaran, pengobatan tradisional, kesehatan olahraga, hingga pariwisata ilmiah berbasis kesehatan.
Ia memaparkan sejumlah strategi utama, antara lain penguatan fasilitas pelayanan kesehatan dari tingkat primer hingga tersier, peningkatan akses layanan bagi wisatawan, perbaikan sanitasi, penguatan kesehatan lingkungan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si. menilai Sumsel memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata kesehatan. Dukungan akses penerbangan domestik dan internasional, kondisi daerah yang relatif aman, serta fasilitas perkotaan yang memadai menjadi keunggulan kompetitif.
Direktur RSUD Siti Fatimah Dr. Syamsuddin Isaac Surya Manggala, Sp.OG., MARS., CHRA menambahkan, pihaknya telah mengajukan tiga layanan unggulan ke Kementerian Kesehatan, yakni layanan kardiovaskuler, ortho sport dan rehabilitasi medik, serta medical check up terpadu.
Dengan status sebagai rumah sakit tipe A, dukungan tenaga spesialis dan subspesialis, serta fasilitas medis modern yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, RSUD Siti Fatimah optimistis dapat menjadi motor penggerak terwujudnya Sumsel sebagai destinasi Health Tourism unggulan. (win)









