Inovatif! Sekolah Gratis di Palembang Cukup Bayar dengan Sampah

PALEMBANG, viralsumsel.com – Inovasi pendidikan berbasis lingkungan digaungkan dalam Opening Desa Qur’an Festival II yang digelar di kawasan Destinasi Wisata (Desa) Qur’an, Jumat (20/2/2026). Melalui program unik bertajuk “Bawa Sampah, Bisa Sekolah Gratis”, Sekolah Qur’anpreneur Indonesia (SQI) menghadirkan solusi kreatif yang memadukan pendidikan, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SQI, Jalan Lebak Jaya III, Kelurahan Sungai Selayur, ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Sedikitnya 100 tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang di Sumatera Selatan turut hadir memberikan motivasi kepada para peserta didik.

Sekolah Gratis, Bayar dengan Sampah

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengapresiasi terobosan inovatif yang diterapkan SQI. Ia menjelaskan, siswa tidak dikenakan iuran bulanan sebagaimana sekolah pada umumnya.

Sebagai gantinya, setiap siswa diwajibkan membawa tiga kilogram sampah organik rumah tangga setiap bulan. Sampah tersebut kemudian diolah melalui sistem Bank Sampah yang terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran.

Baca Juga :  Pemprov Sumsel Dukung Penuh Natal Oikumene 2026, Herman Deru Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Antarumat Beragama

“Ini langkah yang sangat kreatif, edukatif, dan berdampak langsung terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sampah organik yang terkumpul diproses menjadi kompos dan pupuk cair organik. Produk tersebut kemudian dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung operasional pendidikan, mulai dari pengadaan buku hingga sarana belajar lainnya.

Menurut Isnaini, pola ini tidak hanya mengajarkan kepedulian lingkungan sejak dini, tetapi juga memperkenalkan siswa pada proses produksi dan nilai ekonomi dari hasil daur ulang.

Pendidikan Terpadu Berbasis Karakter

Kepala Destinasi Wisata (Desa) Qur’an, Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa SQI mengintegrasikan pendidikan formal tingkat SD dan SMP, tahfidz Al-Qur’an, serta pelatihan keterampilan berbasis praktik lingkungan dalam satu sistem terpadu.

Selain pengelolaan sampah, siswa juga dibekali keterampilan bercocok tanam seperti budidaya kangkung dan tanaman buah. Model pembelajaran ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini.

Baca Juga :  H Muchendi Hadiri Haflah Akhirussanah dan Haul KH Noer di Ponpes An-Nur Lempuin OKI

“Kami ingin melahirkan generasi yang unggul secara spiritual, intelektual, dan mandiri, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, persyaratan yang dibutuhkan cukup sederhana, yakni Kartu Keluarga (KK), KTP orang tua, serta surat keterangan tidak mampu dari pejabat berwenang.

Puncak Acara 13 Maret 2026

Rangkaian Opening Desa Qur’an Festival II akan berlangsung hingga 13 Maret 2026. Puncak acara direncanakan diisi dengan khataman 30 juz Al-Qur’an dan doa bersama yang melibatkan 389 anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an.

Program ini diharapkan menjadi model pendidikan alternatif yang tidak hanya berorientasi akademik dan keagamaan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga serta penguatan ekonomi berbasis komunitas di Palembang. (nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *