PALEMBANG, viralsumsel.com – Kekalahan 0-3 dari Sumsel United pada laga pekan 21 menjadi momen pahit bagi Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2025/26.
Hasil tersebut bukan hanya memastikan Laskar Wong Kito gagal meraih poin, tetapi juga mengunci nasib mereka terdegradasi ke Liga 3.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih kepala Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada lawan sekaligus mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Iwan membuka pernyataannya dengan mengucapkan selamat kepada Sumsel United atas keberhasilan meraih tiga poin. Ia menilai pertandingan berlangsung cukup baik, meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan timnya. Menurutnya, setiap laga tetap menyimpan pelajaran penting yang harus dijadikan bahan evaluasi.
Pelatih berpengalaman itu juga secara terbuka mengakui bahwa musim ini Sriwijaya FC banyak diperkuat pemain usia muda. Ia menjelaskan komposisi tersebut merupakan bagian dari penerapan regulasi kompetisi, di mana klub memberi ruang lebih besar bagi talenta muda, termasuk beberapa pemain yang direkrut dari Liga 3.
Menurutnya, dua gol yang terjadi di babak pertama tak lepas dari faktor pengalaman dan kematangan mental pemain muda. Namun ia menegaskan hal tersebut bukan bentuk kepasrahan, melainkan proses pembentukan tim jangka panjang.
Iwan menilai, dalam dua laga awal putaran ketiga menghadapi tim dari Bekasi dan Depok, skuadnya mampu memberikan perlawanan sengit. Hal itu menjadi bukti bahwa tim ini memiliki potensi yang bisa berkembang apabila diasah dengan konsisten.
Terkait laga kontra Sumsel United, ia menyoroti aspek mental sebagai catatan utama, terlebih pertandingan dimainkan di kandang lawan. Meski tertinggal dua gol, Iwan mengaku sempat optimistis timnya mampu bangkit pada babak kedua. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi lemahnya penyelesaian akhir membuat Sriwijaya FC gagal mencetak gol.
“Finishing menjadi fokus evaluasi kami ke depan. Intensitas latihan akan ditingkatkan agar peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi gol,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Sriwijaya FC dipastikan tidak lagi mampu mengejar poin Persekat Tegal yang berada di posisi kesembilan dengan koleksi 22 poin. Sementara Sriwijaya FC baru mengumpulkan dua poin dan hanya menyisakan enam pertandingan, sehingga secara matematis tak mungkin keluar dari zona degradasi.
Musim 2025/26 pun menjadi catatan kelam bagi Sriwijaya FC yang harus menerima kenyataan turun kasta ke Liga 3. Evaluasi menyeluruh dipastikan menjadi agenda utama manajemen dan tim pelatih demi menatap musim berikutnya dengan semangat baru. (bbs)






