JEPARA, viralsumsel.com — Juan Cortes memang tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala Persijap Jepara di BRI Super League 2026/27. Namun, perubahan posisi tersebut tidak membuat pelatih asal Spanyol itu meninggalkan Laskar Kalinyamat.
Cortes kini menjalankan tugas sebagai direktur teknik Persijap. Pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro tersebut tetap menjadi bagian dari perjalanan Persijap setelah manajemen melakukan perubahan posisi di jajaran kepelatihan.
Pesan Cortes melalui akun Instagram pribadinya juga menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki komitmen untuk terus berjuang bersama Persijap. Ia menekankan pentingnya menjaga keyakinan, persatuan, dan semangat meski perjalanan tim belum sesuai harapan.
Dalam pesannya, Cortes menggambarkan perjalanan sebuah tim sebagai proses panjang yang hasilnya tidak selalu dapat dirasakan pada tahap awal. Ia mengajak seluruh elemen Persijap untuk tetap bersatu, mempertahankan semangat dan terus bekerja hingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perubahan posisi tersebut terjadi setelah Persijap gagal memperoleh poin dari dua pertandingan awal BRI Super League 2026/27. Pada pekan pertama, Persijap harus mengakui keunggulan Madura United FC dengan skor 0-2 dalam pertandingan tandang.
Hasil kurang positif kembali diterima pada pekan kedua. Bermain di kandang sendiri, Persijap takluk 0-1 dari Borneo FC Samarinda. Dua hasil tersebut membuat manajemen mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala.
Sebelumnya, Juan Cortes bertugas sebagai nahkoda utama Persijap. Kini posisi tersebut dipercayakan kepada Mario Lemos, yang sebelumnya diperkenalkan klub pada awal musim sebagai direktur teknik.
Dengan perubahan tersebut, peran keduanya bertukar. Mario Lemos naik menjadi pelatih kepala, sedangkan Cortes mengambil posisi direktur teknik.
Pergantian tersebut juga mencatatkan Persijap sebagai tim pertama di BRI Super League 2026/27 yang melakukan perubahan di posisi pelatih kepala.
Menariknya, pertukaran peran antara Mario Lemos dan sosok di posisi pelatih Persijap bukan sesuatu yang benar-benar baru. Situasi serupa pernah terjadi pada kompetisi BRI Super League 2025/26.
Pada awal musim tersebut, Persijap sempat memperpanjang kontrak Mario Lemos sebagai pelatih kepala. Namun, perjalanan kompetisi kemudian mengalami perubahan setelah manajemen menunjuk Divaldo Alves sebagai pelatih baru pada Desember 2025.
Saat itu, Mario Lemos diistirahatkan dari posisi pelatih kepala dan Divaldo Alves mengambil alih tugas sebagai pelatih. Perubahan kembali terjadi sekitar dua bulan kemudian.
Pada Februari 2026, Mario Lemos dan Divaldo Alves bertukar posisi. Mario Lemos kembali dipercaya menjadi pelatih kepala, sementara Divaldo Alves beralih menjalankan tugas sebagai direktur teknik.
Kini, Mario Lemos kembali menghadapi situasi serupa pada awal BRI Super League 2026/27. Bedanya, kali ini pergantian posisi terjadi setelah Persijap mengawali kompetisi tanpa raihan poin dalam dua pertandingan.
Tantangan pertama Mario Lemos sebagai pelatih kepala juga langsung berat. Persijap dijadwalkan menjamu juara bertahan Persib Bandung pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9) malam. Laga ini menjadi kesempatan perdana bagi Mario Lemos untuk memimpin Persijap setelah kembali menduduki posisi pelatih kepala.
Di sisi lain, Juan Cortes akan tetap berada dalam struktur tim dengan tanggung jawab sebagai direktur teknik. Dengan demikian, perubahan posisi tersebut tidak berarti berakhirnya kebersamaan Cortes dengan Persijap.
Pesan yang disampaikan Cortes menjadi gambaran bahwa dirinya masih menaruh perhatian terhadap perjalanan Laskar Kalinyamat. Setelah dua hasil awal yang belum sesuai harapan, Persijap kini memasuki fase baru dengan Mario Lemos sebagai pelatih kepala dan Cortes menjalankan tugas di posisi direktur teknik. (bbs/ion)











